counter

WP apresiasi pengumuman pansel masukkan identitas-pekerjaan capim KPK

WP apresiasi pengumuman pansel masukkan identitas-pekerjaan capim KPK

Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Senin (22/7/2019). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Pansel pimpinan KPK pada Senin telah mengumumkan 104 orang kandidat lolos seleksi uji kompetensi untuk menjadi komisioner KPK periode 2019-2023.
Jakarta (ANTARA) - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) mengapresiasi pengumuman dari panitia seleksi (pansel) yang telah memasukkan identitas dan pekerjaan dari para calon pimpinan (capim) KPK.

"Kami mengapresiasi atas pengumuman yang disampaikan oleh pansel, yaitu dengan telah dimasukkannya identitas dan pekerjaan dari para calon pimpinan yang sebelumnya tidak ada, yang kemudian kami berikan masukan dan akhirnya pada hari ini kita bisa melihat nama kemudian berasal dari instansi apa, pekerjaannya apa, dan juga alamatnya," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Diketahui, pansel pimpinan KPK pada Senin telah mengumumkan 104 orang kandidat lolos seleksi uji kompetensi untuk menjadi komisioner KPK periode 2019-2023.

"Hal ini penting, kenapa? Agar masyarakat bisa melihat dan juga bisa menganalisa dan juga melaporkan terhadap rekam jejak dari para calon pimpinan KPK ini," ucap Yudi.

Baca juga: Wadah Pegawai: hasil investigasi tim gabungan kasus Novel mengecewakan

Ke depannya, lanjut dia, WP KPK mengharapkan panitia seleksi tetap mempertahankan integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses seleksi tersebut.

"Kenapa, karena masih ada juga calon-calon pimpinan yang namanya masih disebut-sebut di masyarakat mempunyai reputasi yang kurang bagus seperti itu sehingga kami berharap pansel benar-benar melihat secara jelas dan juga membaca dari masukan-masukan yang ada di masyarakat terhadap calon-calon pimpinan saat ini," tuturnya.

Baca juga: WP KPK minta Presiden segera bentuk TGPF ungkap kasus Novel

Pihaknya juga menginginkan calon pimpinan KPK yang benar-benar bersih, berani, dan mendukung pemberantasan korupsi.

"Sebab jika calon bilang KPK tidak mendukung pemberantasan korupsi maka sudah bisa kita lihat, sudah bisa kita analisis ketika yang bersangkutan menjadi pimpinan KPK maka yang terjadi adalah KPK akan mundur, KPK tidak akan bisa meneruskan usaha-usaha pemberantasan korupsi," ujar Yudi.

Selanjutnya terkait rekam jejak calon pimpinan KPK, ia menyatakan bahwa pihaknya akan mencoba untuk menelusuri lebih lanjut mengenai orang-orang yang saat ini telah lolos itu yang kemudian akan disampaikan kepada pansel.

Ia juga menyatakan bahwa WP KPK juga sudah bekerja sama juga dengan Koalisi Masyarakat Sipil yang juga membuka posko pengaduan pada masyarakat terkait rekam jejak terhadap orang-orang yang telah lolos uji kompetensi tersebut.

Adapun 104 orang yang lulus uji komperensi tersebut berasal dari unsur Polri (9 orang), pensiunan Polri (3 orang, hakim (7 orang), mantan hakim (2 orang), jaksa (4 orang), pensiunan jaksa (2 orang), advokat (11 orang), auditor (4 orang), unsur KPK (14 orang), Komisi Kejaksaan/Komisi Kepolisian Nasional (3 orang), PNS (10 orang), pensiunan PNS (3 orang) dan lain-lain (13 orang).

Baca juga: Kapolri enggan komentari habisnya masa kerja tim Satgas Novel Baswedan

Tahapan Seleksi di DPR RI Dimulai

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar