counter

BMKG imbau masyarakat tak resah pada isu gempa bumi dahsyat

BMKG imbau masyarakat tak resah pada isu gempa bumi dahsyat

Ilustrasi - Gempa bumi. (Antaranews Bali/IST/2019)

Denpasar, Bali (ANTARA) - Deputi Bidang Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muhammad Sadly menyebutkan memang di wilayah selatan Jawa memiliki potensi gempa yang cukup besar (gempa megathrust), namun itu potensi, tetapi bukan prediksi, oleh karena masyarakat diimbau tidak panik dengan isu tersebut.

"Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, dimana dan beberapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi tersebut," kata Muhammad Sadly melalui siaran pers yang diterima Antara Bali, Selasa.

Oleh karena itu, kata dia, diimbau kepada masyarakat tidak terpancing dengan isu yang beredar tersebut. Sehingga berharap warga tenang dan tidak panik dengan isu-isu tersebut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin mengharapkan masyarakat tidak resah dengan isu-isu akan terjadi gempa bumi dahsyat tersebut.

"Kami harapkan masyarakat, khususnya di Bali untuk tenang dan tidak resah dengan isu-isu yang meresahkan akan terjadi gempa bumi disertai gelombang besar di laut (tsunami)," ujarnya.

Ia mengharapkan jika ada isu-isu terkait bencana alam atau gempa bumi yang meresahkan tersebut, masyarakat agar mencari informasi yang benar dan aktual dengan mendatangi posko BPBD Bali.

"Kami harapkan warga masyarakat tidak termakan isu-isu akan terjadi gempa bumi dahsyat. BMKG melalui siaran pers sudah sangat jelas bahwa belum ada  teknologi yang bisa memprediksikan bencana gempa bumi itu," katanya.*

Baca juga: Pariwisata NTB tak terpengaruh berita potensi gempa megathrust

Baca juga: Gempa magnitudo 5,8 di Nias Selatan akibat subduksi di Zona Megathrust

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wapres: Perlu kesiapsiagaan hadapi Megathrust Mentawai

Komentar