counter

Info Haji

Puluhan ribu calon haji Papua Barat masuk daftar tunggu

Puluhan ribu calon haji  Papua Barat masuk daftar tunggu

Calon Haji Tertua Papua Barat Jemaah calon haji tertua berusia 91 tahun, Tjajong bin Coing (kiri) saat mengikuti pelepasan jemaah calon haji di asrama haji Koya Sorong, papua Barat, Rabu (2/8/2017). Sebanyak 243 jemaah calon haji Kota Sorong yang tergabung dalam kloter 16 dan kloter 17 akan diberangkatkan ke asrama haji embarkasi Makasar, Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Olha Mulalinda)

Manokwari (ANTARA) - Puluhan ribu calon haji  di Provinsi Papua Barat masuk daftar tunggu haji dan masih  mengantre untuk mendapatkan giliran diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemanag) Provinsi Papua Barat, Sudirman Simanihuruk di Manokwari, Selasa, mengatakan, hingga Juli 2019 daftar tunggu calon haji di daerah ini mencapai 10.094 orang.

"Ini tersebar di seluruh kabupaten/kota. Manokwari, Fakfak, Kota Sorong dan Kabupaten cukup banyak dibanding yang lain," kata Sudirman.

Ia menjelaskan, Papua Barat tahun ini mendapat kuota sebanyak 951. Jamaah calon haji asal daerah tersebut sudah diberangkatkan ke Madinah melalui Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu pekan lalu.

"Dengan kuota 951 orang, maka kalau 10.094 daftar tunggu ini baru bisa kita tuntaskan hingga tahun 2029 nanti. Kalau ada penambahan kuota mungkin bisa lebih cepat," kata dia.

Ia merinci, daftar tunggu calon haji di Kota Sorong sebanyak 3.511 orang, Manokwari 2.360, Kabupaten Sorong 1.078, Fakfak 1.070, Kaimana 511, Teluk Bintuni 563, Raja Ampat 363, Teluk Wondama 220, Sorong Selatan 336, Tambrauw 64 dan Maybrat 18.

Sudirman bersyukur tahun 2019 ini kuota haji Provinsi Papua Barat bertambah. Tahun 2018, kuota haji Papua Barat 725 dan bertambah menjadi 951 pada 2019 setelah ada kebijakan dari pemerintah Arab Saudi yang menambah kuota haji bagi Indonesia.

Menyikapi keterbatasan kuota yang diberikan kepada daerah pemerintah kabupaten Manokwari, dia mengatakan, pihaknya memperketat pendaftaran. Itu dilakukan agar tidak ada warga dari daerah lain mendaftar.

"Kemenag Manokwari menerapkan sistem nomor induk kependudukan. NIK dari luar ditolak, tidak boleh mendaftar di Manokwari," katanya.

Baca juga: JCH gabungan Papua Barat-Sulsel bertolak ke Mekkah
Baca juga: Kloter 22 gabungan JCH Sulsel-Papua Barat masuk asrama

Pewarta: Toyiban
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polda Papua Barat tetapkan 3 orang tersangka kerusuhan Manokwari

Komentar