counter

Apa akibatnya bila anak terlalu sering menelan pasta gigi?

Apa akibatnya bila anak terlalu sering menelan pasta gigi?

Siswa SD menyikat gigi secara massal di Markas TNI Angkatan Laut Lantamal VI Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/5/2018). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)

Jakarta (ANTARA) - Dokter gigi Ratu Mirah Afifah mengatakan terlalu sering menelan pasta gigi dapat mengakibatkan fluorosis di mana terjadi perubahan warna atau bintik-bintik pada email gigi.

"Kondisi gigi kebanyakan flourida, bisa muncul bercak putih," ujar Ratu Mirah di acara konferensi pers "Senyum Sejak Hari Pertama" Pepsodent, Jakarta, Selasa.

Dalam kondisi tertentu, misalnya jika berada di negara di mana airnya mengandung flourida, akibatnya bisa lebih buruk.

"Gigi bisa berwarna cokelat dan menjadi rapuh. Yang terlalu banyak memang tidak boleh," tutur dia.

Dia menyarankan untuk mulai mengajari anak menyikat gigi ketika mereka sudah bisa meludah, misalnya saat sudah menginjak usia dua tahun.

Jangan lupa untuk mendampingi anak saat menyikat gigi sehingga orangtua bisa memantau prosesnya dan mencegah anak menelan pasta gigi.

Dokter Ratu juga mengingatkan orangtua untuk mengajari anak cara menyikat gigi yang benar, yakni gerakan memutar dengan tekanan yang tidak terlalu keras.

Menggosok gigi terlalu keras bisa melukai gusi dan gigi.

"Jangan seperti menyikat toilet," seloroh dia. "Karena plak itu sebenarnya lembut, tapi kalau sudah keras harus ke dokter gigi."

Durasi menyikat gigi juga tidak perlu terlalu lama, cukup dua menit untuk membersihkan seisi rongga mulut.

Jumlah pasta gigi yang harus dipakai setiap kali menyikat gigi biasanya seukuran kacang polong. Jangan lupa ratakan ke seluruh bulu sikat sebelum mulai menggosok gigi.


Baca juga: Gusi tak sehat jadi pertanda kanker hati

Baca juga: Kiat agar gigi dan mulut sehat saat berpuasa

Baca juga: Berdarah saat menyikat gigi? Waspada radang gusi

Kampanye Sikat Gigi untuk Jaga Gigi & Mulut

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar