counter

SCG: Bupati Trenggalek masuk kandidat Wali Kota Surabaya diusung PDIP

SCG: Bupati Trenggalek masuk kandidat Wali Kota Surabaya diusung PDIP

Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin. (ANTARA/Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Lembaga riset politik Surabaya Consulting Group (SCG) memprediksi nama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang akrab disapa Mas Ipin muncul sebagai salah satu kandidat calon wali kota Surabaya usungan PDI Perjuangan.

"Mas Ipin dikenal dekat dengan elit DPP PDIP dan berpeluang menjadi kandidat alternatif," ujar Direktur SCG Didik Prasetiyono kepada wartawan, di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, nama Mas Ipin akan muncul jika DPP PDI Perjuangan mempertimbangkan usia sebagai faktor dalam merebut elektoral.

Nama Mas Ipin memang menjadi satu dari beberapa nama yang berpeluang menggantikan Tri Rismaharini sebagai orang nomor satu di Pemkot Surabaya pada periode mendatang.

Bahkan, Mas Ipin yang merupakan putra daerah kelahiran Surabaya itu disebut-sebut layak menjadi wali kota karena kepemimpinannya yang sudah teruji meski usianya masih muda.

Selain pernah menjabat Wakil Bupati Trenggalek yang kemudian naik jabatan sebagai Bupati Trenggalek, Mas Ipin saat ini tercatat sebagai Ketua KNPI Jatim sekaligus Ketua DPD Taruna Merah Putih Jatim dan Ketua DPC PDIP Trenggalek, lalu pernah menjadi Sekretaris PW GP Ansor Jatim.
Baca juga: PSI pilih calon wali kota Surabaya dengan kompetensi setara Risma

Sementara itu, nama-nama lain menurut SCG yang dinilai layak menjadi kandidat usungan PDIP, yaitu Whisnu Sakti Buana, Puti Guntur Soekarno, Armudji, Ery Cahyadi, dan Hendro Gunawan.

Pada sisi lain, Didik Prasetiyono menyampaikan bahwa calon wali kota nantinya dapat diketahui dari aspirasi yang dibawa oleh dua "kunci" penting PDIP di Surabaya, yakni Tri Rismaharini dan Bambang Dwi Hartono.

Risma, kata dia, dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sehingga preferensinya akan menjadi pertimbangan penting bagi pengambilan keputusan DPP PDIP.

Sedangkan Bambang DH sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu dan pernah menjabat Wali Kota Surabaya dua periode memiliki posisi strategis dalam pengambilan keputusan DPP.

"Pertimbangan-pertimbangannya juga akan menjadi rujukan bagi Megawati dalam memilih kandidat dalam Pilkada Surabaya 2020," kata mantan Komisioner KPU Jatim tersebut.

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Masinton minta KPK tidak usah ‘KEPO’ soal penyusunan kabinet

Komentar