DLH Sleman bangun RTH perkotaan layak anak di 20 titik

DLH Sleman bangun RTH perkotaan layak anak di 20 titik

Ilustrasi. Sarana Bermain Tidak Layak Sejumlah anak bermain di kolam ikan milik Dinas Pekerjaan Umum (PU), Makassar, Sulsel, Sabtu (11/1). Minimnya lahan bermain dan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai membuat anak-anak harus bermain di daerah tidak layak dan berbahaya bagi kesehatan. (ANTARA FOTO/Ekho Ardiyanto)

Sleman (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2020 membangun 20 titik ruang terbuka hijau layak anak tersebar di 17 kecamatan yang ada di wilayah setempat.

"Pada 2020 akan ada 20 titik taman layak anak. Lokasinya tersebar di 17 kecamatan di Sleman. Saat ini pihak kecamatan sudah mulai mengalokasikan Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM) untuk membangun taman layak anak," kata Kepala DLH Kabupaten Sleman, Dwi Anta Sudibya di Sleman, Rabu.

Menurut dia, 17 kecamatan yang ada di Sleman saat ini juga sudah mempersiapkan lahan yang akan dibangun RTH ramah dan layak anak.

"Ini artinya RTH perkotaan sudah menjadi prioritas di perangkat di masing-masing kecamatan," katanya.

Ia mengatakan, salah satu titik RTH yang sudah mulai dibangun tahun ini adalah di Kecamatan Depok.

Baca juga: Anak usia 10 tahun layak tanamkan cinta lingkungan
"RTH Taman Keluarga tersebut dibangun di komplek Kantor Kecamatan Depok dengan luas kurang lebih 0,6 hektare dan berbatasan langsung dengan Kali Pelang di sisi timur," katanya.

Anta mengatakan, saat ini RTH di Sleman telah mencapai standar sebesar 30 persen, dan keberadaan RTH bisa menjadi salah satu solusi untuk mengurangi pencemaran udara.

"Indeks Kualitas Udara (IKU) Sleman pada 2018 sebesar 78,73. Artinya dalam kondisi baik. Hal ini karena didukung luas lahan RTH perkotaan seluas 883,494 hektare atau 30,05 persen dari luas perkotaan 2.940,2 hektare. RTH minimal 30 persen yakni 20 persen RTH publik, 10 persen RTH privat atau swasta. Dan RTH kita didukung oleh UGM, dan PT TWC Prambanan," katanya.

Camat Depok Abu Bakar mengatakan pembangunan Taman Keluarga di komplek Kecamatan Depok dibagi beberapa tahap.

"Saat ini pembangunan taman baru masuk tahap 1 dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2019. Proyek ini diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp2 miliar yang berasal dari anggaran Pemkab Sleman dalam hal ini DLH Sleman," katanya.

Menurut dia, dalam rencana pembangunan ini akan ada beberapa 'hotspot area', taman 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle), area PKL, area tunggu 'playground', pijat refleksi, titik swafoto, area memancing, pulau taman, toilet, amphi theater, instalasi daur ulang, media tanam anggur, dan jogging track.

"Tahap 1 akan dibangun terlebih dahulu akses jalan masuk dan keluar dari sisi utara tembus jalan Gondang Raya," katanya.

Ia mengatakan, pembangunan jalan tembus ke Jalan Gondang Raya ini juga merupakan upaya mengurangi kepadatan jalur lalu lintas yang keluar dari Kantor Kecamatan Depok.

"Tahap selanjutnya, disusul dengan pembangunan perkerasan area bermain, area pijat refleksi, area swafoto, area hotspot dan empat titik shelter hotspot di Taman Keluarga," katanya.
Baca juga: Kak Seto: Perlu sinergitas lindungi anak
Baca juga: Empat provinsi raih penghargaan Pelopor Provinsi Layak Anak 2019

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar