Pemrotes Syiah bentrok dengan polisi militer Nigeria

Pemrotes Syiah bentrok dengan polisi militer Nigeria

Seorang pria mengangkat tangannya ketika berjalan melewati para polisi yang berupaya membubarkan para anggota kelompok IMN dari jalanan di Abuja, Nigeria, Rabu (23/7/2019). (ANTARA/REUTERS/Afolabi Sotunde/TM)

Abuja, Nigeria (ANTARA) - Polisi dan tentara Nigeria pada Selasa (23/7) bentrok dengan pemrotes Syiah di ibu kota negeri itu, Abuja, dan suara tembakan dapat terdengar, kata saksi mata.

Udara dipenuhi gas air mata saat personel polisi dan tentara melakukan penangkapan, kata saksi mata Reuters. Kelompok penganut Syiah berpawai untuk memprotes keberlanjutan penahanan pemimpinnya, kendati putusan pengadilan mengatakan ia bebas.

Kerusuhan terjadi sehari setelah tiga orang --termasuk seorang wartawan dan seorang polisi senior-- tewas dalam bentrokan serupa di jantung pemerintahan Abuja. Sebanyak 10 orang mungkin telah tewas dalam kerusuhan tersebut, kata seorang juru bicara kelompok Syiah pada hari itu.

Di Negara Bagian Niger di Nigeri Utara, seorang wartawan Reuters menyaksikan pemakaman enam orang, yang dikatakan kelompok tersebut tewas selama protes pada Senin (21/7). Seorang lelaki yang anaknya tewas selama protes itu mengatakan putranya telah syahid.

"Satu-satunya yang akan menghentikan protes ini ialah pemerintah harus ...membebaskan pemimpin kami Sheikh Ibrahim Zakzaky," kata Abdullahi Musa.

"Kami tidak bersenjata. Seandainya kami bersenjata, orang-orang ini takkan berani menghadapi kami. Karena mereka melihat kami tidak bersenjata lah mengapa mereka membunuh kami, menembaki kami dan ini takkan menghalangi kami dari apa yang kami lakukan," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Pasukan keamanan Arab Saudi tewaskan sejumlah orang di wilayah Syiah

Baca juga: Presiden Nigeria Buhari memulai jabatan kedua yang penuh tantangan

Baca juga: Serangan Boko Haram di Nigeria tewaskan 16 orang

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Unjuk rasa tolak RUU Pertanahan di Jember diwarnai bentrokan

Komentar