counter

Pacu pertumbuhan ekonomi, BI dorong Sulut tingkatkan kualitas SDM

Pacu pertumbuhan ekonomi, BI dorong Sulut tingkatkan kualitas SDM

Kepala BI Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat. (Foto: Antara/Nancy Lynda Tigauw)

Manado (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar memperkuat sumber daya manusia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

"Saat ini berbagai sektor riil mulai memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, namun yang juga penting ditingkatkan adalah yakni SDM-nya," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Arbonas Hutabarat di Manado, Sulawesi Utara, Rabu.

Menurut Arbonas, melalui peningkatan kualitas SDM di Sulawesi Utara yang unggul diharapkan dapat memiliki daya saing.

Ia mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa "bukan seberapa besar tapi seberapa cepat SDM itu mampu berlari, makanya SDM sangat penting".

Selain SDM, pembangunan infrastruktur di Sulut juga perlu ditingkatkan seperti jalan propinsi dan kabupaten yang menjadi kunci terciptanya konektivitas sehinga mempermudah masuknya investasi. "Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga akan terbantu dengan infrastruktur yang baik," ujarnya.

Untuk itu, BI terus ikut berpartisipasi mendorong pemerintah memaksimalkan potensi daerah demi menopang pertumbuhan ekonomi Sulut yang saat ini masih bertumpu pada sektor pertanian.

Dari sisi investasi, masuknya modal ke Sulut memiliki "multiplier effect" (efek berganda) pada ekonomi daerah, khususnya di sektor industri yang dipercaya akan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lainnya.

Karena itu Bank Indonesia berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sulut untuk memberikan masukan dan solusi-solusi konkrit terutama dalam hal meningkatkan daya saing investasi di Sulut.

Dampak yang dirasakan saat ini, terjadi penurunan harga komoditas di pasar internasional telah berdampak pada turunnya permintaan terhadap komoditas ekspor unggulan Sulut, kopra misalnya, yang berdampak pada penurunan kinerja ekspor Sulut yang selanjutnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sulut.

Sementara itu, secara tidak langsung perkembangan ekonomi global dan nasional tersebut berimbas pada menurunnya investasi, khususnya di sektor-sektor industri orientasi ekspor Sulut.

“Terihat bahwa dalam beberapa periode terakhir perekonomian Sulut, meskipun tumbuh relative tinggi dibandingkan nasional, namun kami melihat pertumbuhan tersebut masih dapat didorong lebih tinggi,” jelasnya.
 

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar