counter

Ratusan sampel produk pangan diperiksa di Pasar Benhil

Ratusan sampel produk pangan diperiksa di Pasar Benhil

Analis laboratorium dari Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta memeriksa sampel pangan dari produk pertanian, peternakan, dan perikanan di Pasar Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (24/7/2019). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta memeriksa keamanan ratusan sampel produk pertanian, perikanan dan peternakan di tempat penampungan sementara Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Rabu.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas KPKP Jakarta, Sulbiantoro, saat ditemui usai kegiatan di lokasi, mengatakan pihaknya memeriksa 41 sampel produk peternakan, 90 sampel perikanan dan 182 sampel pertanian.

Baca juga: Kemenpan-rb sarankan penambahan jumlah auditor BPKP

Baca juga: Dinas KPKP DKI Jakarta jamin hewan kurban sehat


Sampel yang diperoleh dari pedagang itu selanjutnya langsung diperiksa di tiga mobil yang difungsikan sebagai laboratorium keliling.

Dalam pemeriksaan di Pasar Benhil itu, Dinas KPKP menguji residu atau sisa zat-zat berbahaya dan beracun seperti pestisida, formalin, merkuri, dan klorin.

Ia menjelaskan inspeksi tersebut merupakan program rutin yang digelar Dinas KPKP DKI Jakarta bersama Suku Dinas KPKP tingkat kota tiap dua bulan sekali di pasar tradisional dan modern di ibu kota.

Untuk pemeriksaan di Pasar Benhil, Rabu, Sulbiantoro menyebut ada sekitar 70 personel gabungan dari Dinas KPKP DKI Jakarta, Suku Dinas KPKP Jakarta Pusar, pengelola pasar, dan anggota kepolisian dikerahkan ke lapangan.

Dari jumlah itu, 10 sampai 12 di antaranya bertugas sebagai petugas lab dan analis.

Dinas KPKP DKI Jakarta sejak 2016 rutin berkeliling ke pasar-pasar untuk memeriksa keamanan produk pangan yang dijual di ibu kota.

Pemeriksaan intensif dan berkala itu dilakukan guna memastikan produk pangan yang dijual di Jakarta bebas dari zat berbahaya seperti merkuri dan formalin.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar