counter

Kris Hatta menganiaya karena kekasih digoda

Kris Hatta menganiaya karena kekasih digoda

Artis Kris Hatta saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Kris tersangkut kasus penganiayaan di tempat hiburan malam Dragonfly di Jakarta Selatan, pada 6 April 2019 lalu dengan pelapor Antony Hillenaar. ANTARA/Ricky Prayoga/am.

Jadi karena alasan kekasihnya diganggu
Jakarta (ANTARA) - Artis Kris Hatta yang pada Rabu pukul 06.00 WIB pagi ini, ditangkap Polda Metro Jaya terkait penganiayaan, menyebut kasus yang menjeratnya dilatarbelakangi karena yang bersangkutan tak terima kekasihnya digoda.

"Jadi karena alasan kekasihnya diganggu," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono yang mendengarkan bisikan Kris, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu siang.

Kris yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka, diceritakan Argo, melakukan penganiyaan dengan bermula saat Kris terlibat cekcok dengan seorang pria yang merupakan rekan dari korban pelapor (Antony).

Korban yang akhirnya datang dengan tujuan untuk melerai cekcok tersebut, justru terkena pukulan dari Kris Hatta.

"Korban mengalami luka dibagian hidung. Sehingga hidung korban patah," ungkap Argo.

Akibat perbuatannya, Kris Hatta dijerat dengan Pasal 351 tentang penganiyaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

Saat ini Kris tengah menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus yang menjeratnya.

Pada April lalu, Kris Hatta diketahui dilaporkan ke Polda Metro oleh Antony Hillenaar atas kasus dugaan penganiayaan. Laporan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 6 April 2019.

Penganiayaan itu diduga terjadi pada 6 April lalu di sebuah tempat hiburan malam bernama Dragonfly di daerah Jakarta Selatan.

Saat itu, Kris disebut terlibat perseteruan dengan salah satu temannya. Melihat hal itu, Antony berniat untuk melerai, namun justru dipukul oleh Kris.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

13 mobil Damkar padamkan kebakaran di Polda Metro Jaya

Komentar