counter

Keluarga Amelia berharap polisi segera tangkap pelaku pembunuhan

Keluarga Amelia berharap polisi segera tangkap pelaku pembunuhan

Orang tua korban pembunuhan yang menimpa mahasiwi lulusan IPB Bogor, berharap polisi segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang menyebabkan nyawa Amelia warga kelurahan Sayang, Cianjur, Jawa Barat, melayang (Ahmad Fikri)

Cianjur (ANTARA) - Keluarga Amelia Ulfah Supandi (22) warga Kelurahan Sayang, Cianjur, Jawa Barat, yang ditemukan tewas tergeletak di tepi sawah di Kecamatan Cibereum, Kota Sukabumi, berharap polisi segera mengungkap motif pembunuhan dan menangkap pelaku.

Pihak keluarga mahasiswi Diploma 3 teknologi industri benih Institut Pertanian Bogor (IPB) sempat mendapatkan kabar sebelum korban menghilang Senin (22/7) sekitar pukul 21.45 WIB, saat masih berada di dalam angkutan jurusan Bogor-Cianjur.

Anak sulung dari pasangan Endang Supendi (52) dan Masriah (40) itu, sempat memberikan kabar melalui pesan whatsapp pada orang tuanya, sudah hampir sampai ke Cianjur dari Bogor.

"Itu terakhir anak kami memberikan kabar, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di daerah Sukabumi. Kami tidak menyangka ada orang yang tega membunuh anak kami," kata Endang saat ditemui di rumahnya di Gang Mulus, Kelurahan Sayang Rabu.

Ia mengisahkan selama kuliah, saat pulang ke Cianjur, Amel biasanya berangkat dari Bogor sekitar pukul 19.00 WIB atau pukul 20.00 WIB dan selalu meminta dijemput di halte bus Asten atau di Pasar Muka.

Hingga saat ini, ungkap dia belum ada perkembangan dari pihak kepolisian terkait misteri meninggalnya anaknya tersebut. Sehingga pihaknya berharap kasus yang menimpa anaknya itu dapat segera terungkap.

"Kami berharap pihak kepolisian segera mengungkap misteri meninggalnya anak kami dan segera menangkap pelakunya. Kami minta hukuman terberat dijatuhkan pada pelaku yang tega menghabisi nyawa anak kami," katanya.

Ia menambahkan, putrinya merupakan siswi berprestasi sejak sekolah menengah di MAN Cianjur, selalu mendapat peringkat di kelas mulai kelas sampai sampai lulus dan dapat diterima sebagai mahasiswi di IPB melalui jalur undangan.

Bahkan Amel berencana melanjutkan S1 nya dengan jurusan yang sama di Universitas Juanda karena jurusan tersebut di IPB hanya sampai D3.

"Ke Bogor saat itu, untuk daftar ke Universitas Juanda, sambil nunggu pendaftaran, Amel bekerja di pabrik sepatu terbesar di Cianjur. Selama ini dia anak rajin, soleh dan penurut," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cianjur, pelanggaran pelaksanaan pemilu tertinggi di Jabar

Komentar