Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Selandia Baru yang ditunjuk untuk Indonesia Dr Jonathan Austin menyampaikan terima kasih dari pemerintah dan rakyat Selandia Baru atas dukungan Indonesia kepada Selandia Baru setelah serangan teroris di masjid dan pusat kegiatan Muslim di Christchurch yang menewaskan 50 orang dan melukai puluhan lainnya pada Maret lalu.

"Indonesia mendukung kami melewati masa sulit dan membuat kami percaya bahwa Selandia Baru lebih kuat dari tragedi itu," kata Austin dalam wawancara di "International Corner" Kantor Berita Antara, Jakarta, Kamis.

Austin juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang mendukung kampanye "Christchurch Call" yang ditujukan untuk meningkatkan tanggung jawab platform media sosial global untuk menekan penyebaran konten kekerasan dan ekstremisme di media sosial.

"Kami coba mendorong platform media sosial untuk lebih bertanggung jawab dalam memerangi konten ekstremisme di dunia maya karena dampaknya sangat berbahaya, seperti kita lihat pada serangan terhadap masjid di Selandia Baru," kata dia.

"Christchurch Call" atau seruan Christchurch menjadi kampanye penting bagi Selandia Baru karena menurut Austin, serangan di Masjid Al Noor dan Lindwood Islamic Center di Christchurch dilakukan teroris dari luar Selandia Baru dan sengaja memilih Negeri Kiwi itu untuk membunuh dan melukai orang-orang Selandia Baru dan dengan sengaja merekam dan menyebarkan aksinya lewat media sosial.

"Karena itu kami sangat serius tentang bagaimana menekan konten (terorisme) itu disebarkan secara online dan bagaimana agar tidak ada yang terdorong untuk menirunya," kata dia.

Baca juga: Selandia Baru dukung Indonesia melalui Pacific Exposition 2019
Duta Besar Selandia Baru yang ditunjuk untuk Indonesia Jonathan Austin (kiri) menerima buku kumpulan foto "Kilas" karya fotografer Kantor Berita Antara dari Direktur Pemberitaan Antara Akhmad Munir (kanan) di Ruang Redaksi Kantor Berita Antara, Jakarta, Kamis (25/7/2019). (Kedubes Selandia Baru)

Diplomat Selandia Baru yang pernah tinggal di Jakarta pada 20 tahun lalu itu juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya satu warga negara Indonesia dalam insiden terorisme itu, di samping dua lainnya yang mengalami luka tembak.

"Terdapat enam ribu warga Indonesia di Selandia Baru dan sangat menyedihkan beberapa di antara mereka menjadi korban. Padahal selama ini kami semua hidup dalam harmoni dan aksi semacam itu coba memecah-belah kami, tapi pada akhirnya kita semua adalah manusia dan rasa kemanusiaan seharusnya lebih penting dari sentimen keagamaan, pilihan politik, perbedaan ras, dan sebagainya," kata dia.

Dalam kunjungannya ke kantor Antara di Jakarta, Dubes Austin diterima Direktur Pemberitaan Antara Akhmad Munir dan Kepala Redaksi Internasional Antara Gusti Cahya Aryani.

Austin yang tiba di Jakarta pada Mei lalu berharap dapat segera menyampaikan surat kepercayaannya sebagai duta besar Selandia Baru untuk Indonesia kepada Presiden Joko Widodo pada awal Agustus 2019.

"Saya sangat menantikan untuk dapat menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Widodo awal bulan depan, setelah itu hal pertama yang akan saya lakukan adalah pergi makan sate atau rendang yang enak untuk merayakan 'Oh, sekarang aku sudah resmi jadi dubes untuk Indonesia'," kata Austin yang juga mengaku menyukai makanan pedas.

Baca juga: Dubes Selandia Baru pamit, Wapres minta tingkatkan kerjasama pendidikan dan pertanian

Baca juga: Selandia baru tawarkan 50 beasiswa pascasarjana


 

Pewarta: Azizah Fitriyanti
Editor: Maria D Andriana
Copyright © ANTARA 2019