Bola Basket

Jadwal kualifikasi FIBA Asia ditunda, Indonesia lega tapi waspada

Jadwal kualifikasi FIBA Asia ditunda, Indonesia lega tapi waspada

Pebasket Indra Muhammad (depan) beraksi dalam sesi latihan tim nasional bola basket putra Indonesia di GBK Arena, Jakarta, Kamis (25/7/2019). (ANTARA/Gilang Galiartha)

Jakarta (ANTARA) - Manajer tim nasional bola basket putra Indonesia, Maulana Fareza Tamrella, mengaku lega dengan resminya penundaan jadwal rangkaian kualifikasi Piala FIBA Asia 2021 agar tak terlalu berdekatan dengan SEA Games 2019, namun di waktu bersamaan pihaknya tetap waspada dengan hasil tersebut.

"Sebetulnya itu bagus buat semua pihak, karena kebetulan kita di kualifikasi FIBA Asia juga satu grup dengan dua negara lain yang ikut SEA Games, jadi bisa fokus," kata Fareza saat ditemui di sela sesi latihan timnas di GBK Arena, Jakarta, Kamis.

Jadwal yang dirilis FIBA Asia memperlihatkan keputusan pembatalan rencana awal penyelenggaraan jendela pertama kualifikasi pada 25 November s.d. 3 Desember 2019, yang terlalu berdekatan dengan SEA Games 2019 di Filipina pada awal Desember.

Empat negara peserta kualifikasi Piala FIBA Asia 2021, yakni Indonesia, Filipina, Thailand dan Malaysia kemungkinan besar bakal ambil bagian dan SEA Games tersebut, sehingga jadwal jendela pertama digeser ke jendela kedua yakni 20-24 Februari 2020.

Kemudian jendela kedua mengambil alih jendela ketiga yakni pada 26-30 November 2020, sedangkan jendela ketiga digeser pada jadwal baru yakni 18-22 Februari 2021.

Baca juga: Jadwal kualifikasi FIBA Asia, Indonesia jamu Korsel

Kendati lega dengan pergeseran jadwal tersebut, Fareza mengaku Indonesia tetap waspada akan hasil undian jadwal yang dirilis FIBA Asia pada Rabu (24/7).

Pasalnya, Indonesia akan melakoni dua laga kandang di jendela pertama namun segera menghadapi dua lawan tangguh yakni Korea Selatan pada 20 Februari 2020 dan menjamu Filipina tiga hari berselang.

"Kalau boleh omong kasar, kelasnya sudah berbeda. Itu sudah kita temui di dua pertandingan awal, tanpa bermaksud menjadi pesimistis tetapi kita harus realistis," kata pria yang akrab disapa Mocha itu.

"Nah di jendela kedua, kita bertemu dengan Thailand tapi main di kandang mereka," ujarnya merujuk pada pertandingan ketiga di Thailand pada 27 November 2020.

Baca juga: Indonesia ajukan BritAma Arena kandang kualifikasi Piala FIBA Asia

Kondisi tersebut, lanjut Fareza, membuat Indonesia mematok target realistis yaitu membidik peringkat ketiga klasemen akhir Grup A agar berkesempatan masuk ke putaran kedua yang diikuti tim-tim urutan ketiga dari enam grup yang ada dan mencari empat tiket tersisa menuju putaran final Piala FIBA Asia 2021.

"Peringkat 1-2 ibaratnya sudah jelas buat Korsel dan Filipina, nanti kita kejar peringkat ketiga supaya bisa ikut putaran kedua," ujarnya.

Indonesia bakal merasakan sentuhan arsitek anyar sarat pengalaman, Rajko Toroman, dalam mengarungi kualifikasi Piala FIBA Asia 2021 nanti. Pelatih asal Serbia itu punya pengalaman merejuvenasi bola basket Iran pada 2007-2008 silam.

FIBA Asia masih belum merilis secara pasti bagaimana putaran kedua antara enam tim-tim peringkat ketiga akan digelar, namun yang jelas empat di antaranya bakal memperoleh tiket menuju putaran final Piala FIBA Asia 2021.

Kelolosan ke putaran final Piala FIBA Asia 2021 menjadi syarat mutlak dari FIBA untuk Indonesia bisa mengambil haknya tampil di putaran final Piala Dunia 2023 sebagai tuan rumah.

Bukan hanya lolos, Indonesia juga dipatok bisa menempat peringkat 10 besar putaran final Piala FIBA Asia 2021 yang lokasi penyelenggaraanya hingga saat ini belum ditentukan itu.

Baca juga: Elang Cup 2019 bakal jadi debut Toroman latih timnas basket putra

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kalah lawan Korea, timnas Indonesia tak ingin mengkambing-hitamkan ketiadaan pemain naturalisasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar