counter

Info Haji

Calhaj asal Tidore Kepulauan wafat di Tanah Suci akibat sesak nafas

Calhaj asal Tidore Kepulauan wafat di Tanah Suci akibat sesak nafas

Seorang jamaah calon haji bernama Fatma Thalib Arilaha (71 tahun) asal Tidore, Maluku Utara, meninggal di rumah sakit King Faisal Abdul Aziz , Arab Saudi, Kamis (25/7/2019). (FOTO ANTARA/Abdul Fatah)

Calhaj asal Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara (Malut) yang meninggal bernama Fatma Thalib Arilaha (71 tahun) karena keluhan sesak nafas.
Ternate (ANTARA) - Seorang jamaah calon haji (calhaj) asal Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara (Malut), bernama Fatma Thalib Arilaha (71 tahun) dilaporkan meninggal di Rumah Sakit King Faisal Abdul Aziz, Arab Saudi, Kamis (25/7) pukul 02.30 waktu setempat karena keluhan sesak nafas.

"Kita  ucapkan Innalillahi wainna Ilahi Rajiun, duka yang mendalam bagi jamaah yang tergabung dalam kloter 7 asal Malut Embarkasi Makassar yang meninggal dunia itu," kata pembimbing haji yang tergabung dalam Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Malut M Iqbal Kasuba saat dihubungi ANTARA dari Ternate, Jumat.

Menurut dia, sejauh ini sudah dua calhaj kloter 7 Malut Embarkasi Makassar yang meninggal. Sebelumnya adalah Suhaima Kahar, jamaah asal Tidore Kepulauan, yang wafat saat tengah menanti jadwal pemberangkatan ke Arab Saudi.

Dia menyebutkan, tim kloter 07 telah mendatangi RS untuk melihat secara langsung jamaah haji yang meninggal bernama Fatma Arilaha, dan kemudian langsung dimakamkan di pemakaman Sharayya, Mekkah, setelah dishalatkan di Masjidil Haram.

Sementara itu, M Iqbal Kasuba melaporkan, untuk aktivitas jamaah haji di Mekkah dengan menggunakan bus shalawat, khususnya rute wilayah pemondokan haji (Syisya) bagi jamaah Embarkasi Makassar untuk jalur Syisya 2 akan menggunakan 6 halte yang dijaga oleh dua orang secara bergantian selama 1 X 24 jam.

Ia menjelaskan jarak hotel ke halte terdekat maksimal 100 meter, tetapi jarak Syisya ke Masjidil Haram 4 km, sehingga diimbau kepada seluruh para jamaah untuk menyiapkan fisik dengan baik.

"Untuk naik dan turun para jamaah haji melalui halte, bukan di depan hotel masing masing , maka carilah halte yang terdekat dengan hotel," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa untuk umrah perdana telah disiapkan sebanyak 6 bus ,sehingga bagi jamaah haji tidak dibenarkan melakukan umrah perdana dengan menggunakan taksi atau alat transportasi lain selain bus shalawat yang telah disiapkan.

Untuk pemberangkatan umrah perdana ke Masjidil Haram para jamaah dikoordinasikan ketua kloter dan ketua rombongan secara berkelompok, termasuk jam kedatangan jamaah ke Masjidil Haram di bawah koordinasi ketua kloter, demikianM Iqbal Kasuba.

Baca juga: Kloter terakhir calhaj Malut diberangkatkan ke Embarkasi Makassar

Baca juga: DPRD Ternate setujui penambahan dana embarkasi haji

Baca juga: Satu calon haji Malut batal berangkat ke Tanah Suci


 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jarak pandang di Sampit hanya 10 hingga 20 meter

Komentar