PLN Papua antisipasi lonjakan kebutuhan listrik selama PON 2020

PLN Papua antisipasi lonjakan kebutuhan listrik selama PON 2020

Asisten Manajer Komunikasi PLN Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Septian Pujianto (ANTARA News Papua/Evarianus Supar)

Sebelumnya kami sudah menggelar pertemuan dengan jajaran PB PON Papua. Kami sudah merancang dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan daya listrik terutama untuk menerangi sejumlah venue penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga selama PON 2020. Namun
Timika (ANTARA) - Manajemen PT PLN (Persero) Induk Wilayah Papua dan Papua Barat sudah mengantisipasi kemungkinan lonjakan kebutuhan daya listrik selama perhelatan PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua.

Asisten Manajer Komunikasi PLN Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Septian Pujianto di Timika, Jumat, mengatakan kebutuhan daya listrik selama perhelatan PON XX cukup besar tidak hanya di Kota dan Kabupaten Jayapura, tetapi juga di sejumlah klaster lain seperti Timika, Biak, Wamena dan Merauke.

"Sebelumnya kami sudah menggelar pertemuan dengan jajaran PB PON Papua. Kami sudah merancang dan mengantisipasi lonjakan kebutuhan daya listrik terutama untuk menerangi sejumlah venue penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga selama PON 2020. Namun kami membutuhkan data pasti berapa kebutuhan daya listrik tambahan di Timika, Biak, Wamena, Merauke, termasuk juga di Jayapura," kata Septian.

Baca juga: Menpora minta Gubernur Papua aktif koordinasi persiapan PON

Guna mencukupi kebutuhan daya listrik di Kota dan Kabupaten Jayapura hingga Kabupaten Keerom, jajaran PLN tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Minyak dan Gas/PLTMG berkapasitas 50 megawatt di Holtekam Jayapura.

Septian mengatakan PLTMG Holtekam itu rencananya akan beroperasi akhir tahun ini dengan kapasitas daya 40 megawatt.

Sementara di Klaster Timika, jajaran PLN melalui Unit Induk Pembangunan/UIP terus menggenjot pembangunan PLTMG Timika di kawasan Pelabuhan Paumako.

PLTMG Timika direncanakan berkapasitas hingga 50 megawatt, namun yang diupayakan untuk dapat beroperasi mulai 2020 sekitar 10 megawatt.

Menurut Septian, kebutuhan daya listrik terbesar saat pelaksanaan PON XX pada 20 Oktober - 2 November 2020 yaitu untuk menerangi Stadion Utama Papua Bangkit yang terletak di di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Saat pembukaan PON 2020, Menpora harapkan tarian seka ditampilkan

Septian memperkirakan daya listrik yang dibutuhkan untuk menerangi stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu sekitar 15-20 megawatt.

"Kami akan terus membangun jaringan dan pembangkit sehingga nantinya siap untuk mendukung pelaksanaan PON 2020 di Papua," ujar Septian.

Adapun di wilayah Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika, menurut Septian, saat ini kondisi kelistrikannya tidak ada masalah, malah terjadi surplus daya.

"Khusus di Timika saat ini kami surplus daya 9 megawatt saat musim dingin dan curah hujan yang tinggi, sementara kalau musim panas sekitar 3 megawatt surplus daya," kata Septian.

Jajaran UP3 Timika kini dihadapkan dengan permintaan sambungan listrik untuk melayani gedung terminal penumpang sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika dengan kapasitas sekitar lebih dari 1 megawatt, Mimika Sport Compleks yang merupakan venue atletik dan basket dengan kapasitas daya listrik yang dibutuhkan sekitar 1 megawatt, venue futsal dan bola tangan serta venue biliard dan panjat tebing (sementara mulai dibangun) dan Stadion Sepakbola Wania Imipi tempat pertandingan babak penyisihan sepakbola putra.

Baca juga: Wagub: Persiapan PON Papua sudah 70 persen

Baca juga: Kluster Biak siapkan venue enam cabang olahraga PON 2020

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar