Kepala YKI : Sarankan pola hidup sehat untuk turunkan risiko kanker

Kepala YKI : Sarankan pola hidup sehat untuk turunkan risiko kanker

Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Aru Sudoyo memeberi penjelasan kepada media usai Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Hotel Borobudur, Jakarta, Juma (26/7/2019). (Antara/Katriana)

Setelah melalui diskusi panjang atas segala tantangan, masukan dan alternatif solusi serta paparan YKI cabang, Rakornas 2019 YKI merumuskan untuk memperkuat segala kegiatan yang mendukung penanggulangan kanker yang lebih baik bagi masyarakat,
Jakarta (ANTARA) - Kepala Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Aru Sudoyo menyarankan agar masyarakat mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko terkena penyakit kanker sampai dengan 35 persen.

"Tantangan dalam penanggulangan kanker perlu dihadapi bersama-sama oleh setiap anggota masyarakat melalui pola hidup sehat," kata dia saat memberi pemaparan dalam Konferensi Pers Rumusan Rakornas 2019 YKI di Jakarta, Jumat.

Ia menekankan pola hidup sehat yang dia maksud adalah dengan menjaga berat badan agar tetap ideal, memperbanyak olahraga dan membiasakan pola makan yang sehat.

Melalui pola hidup sehat tersebut sejak usia muda, ia meyakini risiko terkena penyakit kanker akan dapat diturunkan sampai dengan 35 persen.

Baca juga: Penderita kanker di Indonesia terus meningkat

Dalam konferensi pers tersebut, Aru juga membeberkan beberapa langkah penanganan kanker yang akan dilakukan oleh YKI setelah menggelar rapat koordinasi nasional tersebut.

"Setelah melalui diskusi panjang atas segala tantangan, masukan dan alternatif solusi serta paparan YKI cabang, Rakornas 2019 YKI merumuskan untuk memperkuat segala kegiatan yang mendukung penanggulangan kanker yang lebih baik bagi masyarakat," jelasnya.

Langkah-langkah yang akan ditempuh YKI diantaranya dengan membenahi organisasi untuk meningkatkan kerja sama secara efektif dan berkoordinasi serta berkomunikasi secara dua arah antara YKI pusat dan cabang.

Langkah berikutnya meningkatkan mutu pelayanan di klinik utama dan pratama YKI pusat, menambah fungsi rumah singgah Sasana Marsudi Husada serta meningkatkan peran serta para penyintas kanker.

Baca juga: Implan payudara Biocell ditarik karena tingkatkan risiko kanker

YKI, terangnya juga akan melakukan advokasi kepada pemerintah pusat dan daerah untuk mengembangkan program penanggulangan kanker terpadu paripurna serta meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang kanker sesuai kebutuhan masyarakat, selain melakukan deteksi dini kanker.

Selain itu, YKI juga akan meningkatkan penelitian dengan bekerja bersama organisasi profesi serta mengembangkan program pengumpulan data secara benar dan tepat guna.

YKI, kata dia telah membentuk dan menggiatkan unit rokok guna melakukan advokasi ke pemerintah pusat dan daerah mengenai kawasan tanpa rokok serta edukasi bahaya merokok dan pelatihan untuk berhenti merokok bagi penyuluh.

Baca juga: BPJS Kesehatan tetap tidak menjamin obat kanker usus sesuai regulasi

Pewarta: Katriana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkes : Kanker payudara, jenis kasus kanker terbanyak di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar