PBNU dorong perekonomian Islam dan bisnis halal

PBNU dorong perekonomian Islam dan bisnis halal

Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj ketika meresmikan kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Nahdlatul Ulama Arridho, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat. (Megapolitan.antaranews.com/Foto: Feru Lantara)

Ekonomi halal telah menjadi idola baru perekonomian global yang kapitalisasinya terus meningkat
Depok (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong perekonomian Islam dan bisnis halal, karena perekonomian Islam memiliki prospek dan pertumbuhan yang luar biasa.

"Seiring maraknya bisnis halal, ekonomi dengan ciri keislaman mendapat tempat yang semakin baik dari waktu ke waktu," kata Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj usai acara peresmian kampus Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Nahdlatul Ulama Arridho, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat.

Kyai asal Cirebon tersebut berharap kampus ini nantinya melahirkan intelektual dan para ahli ekonomi islam yang berkontribusi untuk kemaslahatan umat. Selain itu, kampus ini juga diharapkan memiliki pusat kajian dan kebijakan ekonomi islam.

Sementara itu Ketua Yayasan Pembangunan Arridho KH. Ahmad Buchori mengatakan dengan adanya STEINU, masyarakat dapat mempersiapkan diri menuju ekonomi halal yang sangat menjanjikan, bahkan di negara-negara non muslim.

"Ekonomi halal telah menjadi idola baru perekonomian global yang kapitalisasinya terus meningkat," jelasnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan perangkat hukum melalui UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang esensinya mengatur kehalalan suatu produk guna melindungi kepentingan konsumen domestik terhadap barang impor yang sudah teruji kehalalannya serta mengamankan ekspor produk komoditas agar dapat diterima terutama ke negara negara Timur Tengah dan OKI.

Yayasan Arridho yang telah lama memiliki SLTP, SLTA dan pondok pesantren merasa perlu hadir di masyarakat dalam bentuk pendidikan yang terkait dengan ekonomi halal.

Kemudian hal ini disambut PBNU yang mendukung pendiriannya. “Model kerjasama antara yayasan dengan Nahdlatul Ulama semoga juga dapat diterapkan di tempat lain”, tambah Ahmad Bukhori.

Rektor STEINU Arridho, Fatkhuri Wahmad menambahkan pemerintah telah menerbitkan rencana induk Ekonomi Syariah, hal ini merupakan tantangan yang harus dijawab dengan melahirkan sumberdaya manusia yang unggul, kompetitif, dan berkarakter di bidang Ekonomi Islam.

"Maka STEINU Arridho akan berfokus mengembangkan SDM tersebut," jelasnya.

Acara peresmian ini juga disertai  penandatanganan prasasti peresmian kampus STEINU Arridho oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj.


Baca juga: 20 organisasi kepemudaan dorong kebangkitan ekonomi umat
Baca juga: Wapres: Ekonomi Islam harus bangkit
Baca juga: Akademisi: produk halal bisnis yang menggiurkan

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Baznas dan PBNU bangun rumah sehat dengan target 9 bulan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar