counter

Begini strategi liburan murah meriah untuk "first jobber"

Begini strategi liburan murah meriah untuk "first jobber"

Ilustrasi - harga tiket pesawat. (ANTARA/Ardika)

Jakarta (ANTARA) - Liburan bisa dinikmati siapa saja, termasuk first jobber alias orang-orang yang baru merintis karir di dunia profesional.

Meski pundi-pundi tidak sebanyak mereka yang sudah mapan, para dewasa muda yang baru berkarir bisa mempraktikkan strategi agar bisa berlibur tanpa membuat isi tabungan terlalu menipis.

Surya Wijaya, Direktur PT. Dayawisata Intiindah, mengatakan para first jobber biasanya memilih waktu liburan low season.

“Anak-anak muda memilih low season makanya mereka dapat harga murah,” ujar Surya di konferensi pers Dwidayatour Carnival, Jakarta, Jumat.

Saat high season seperti ketika libur sekolah, libur lebaran dan akhir tahun, harga-harga naik sekitar 30-40 persen.

Alih-alih memanfaatkan libur panjang pada masa libur bersama, Surya mengatakan anak-anak muda cenderung menunda cuti mereka untuk mendapatkan harga terjangkau.

Dibandingkan orang-orang yang sudah berkeluarga, generasi muda dianggap lebih fleksibel dalam menentukan waktu liburan.

Saat sudah berkeluarga, ada lebih banyak faktor yang harus dipikirkan saat menentukan tanggal liburan, misalnya menunggu anak libur sekolah.

Ada berbagai variasi tujuan wisata di luar negeri yang terjangkau untuk anak muda, kata Surya, seperti tur ke Thailand menjelajahi kota Bangkok, Pattaya hingga Phiphi Island, tur ke Malaysia - Singapura - Thailand hingga Korea Selatan.

Calon wisatawan bisa mengatur sendiri jadwal liburan dari A-Z atau membeli tiket pesawat murah kemudian memilih tur yang sesuai dengan dana yang sudah disisihkan.

Generasi Y yang kini berusia antara 20-an hingga 30-an semakin mendominasi persentase konsumen biro perjalanan.

Hendriyapto, Chief Operations Officer Dwidayatour, mengatakan konsumen dari Dwidayatour yang dulu didominasi usia 30-50 tahun bergeser menjadi usia 25-35 tahun.

“Generasi Y dulu 40 persen, sekarang semakin banyak jadi 50-55 persen,” kata Hendri.

Untuk menggaet lebih banyak konsumen usia muda, dia mencari alternatif pembayaran selain kartu kredit yang belum banyak dipakai generasi tersebut.

“Kami mendorong (pembayaran) debit dan Gopay,” kata dia, menambahkan hasilnya sesuai ekspektasi.

Baca juga: Saran Ringgo Agus untuk liburan murah meriah di Australia Barat

Baca juga: Sambut turis musim panas, Bandara Ngurah Rai gelar festival belanja

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemprov Jabar gandeng STP Bandung kembangkan pariwisata

Komentar