counter

Tur As-Salam contohkan rencana liburan ramah wisatawan muslim

Tur As-Salam contohkan rencana liburan ramah wisatawan muslim

Hendriyapto, COO Dwidayatour, (kiri) dan Surya Wijaya PT. Dayawisata Intiindah di Jakarta, Jumat (26/7/2019) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Tur As-Salam dari Dwidayatour mencontohkan rencana perjalanan liburan luar negeri yang ramah bagi wisatawan muslim karena tidak mengesampingkan kewajiban para pelancong untuk beribadah saat tiba waktunya.

“Wisata halal berpotensi besar di Indonesia,” kata Direktur PT. Dayawisata Intiindah Surya Wijaya di Jakarta, Jumat.

Surya mengatakan wisatawan-wisatawan Indonesia seringkali punya permintaan khusus saat liburan luar negeri, misalnya makanan halal.

Dalam paket tur yang sudah berjalan selama dua tahun itu, wisatawan bisa tetap beribadah meskipun jadwal kegiatan liburan sangat padat.

Saat tiba waktu salat, misalnya, rombongan wisata akan diarahkan ke masjid yang ada di negara tersebut. Jika tidak tersedia, pihak tur akan bekerjasama dengan restoran yang didatangi untuk menyediakan ruangan khusus untuk ibadah.

Baca juga: Wiisata halal dan mereka yang terjebak dalam persepsi yang keliru

Makanan-makanan yang disediakan selama tur juga dijamin ke-halalan-nya atau wisatawan diantar ke restoran yang menyediakan makanan ramah muslim.

Masjid-masjid besar, baik itu di negara nonmuslim, bisa dipastikan menjadi salah satu tujuan wisata yang akan disambangi dalam tur itu.

Tiga negara yang menjadi primadona wisatawan muslim, ujar Surya, antara lain Turki, Korea Selatan dan Jepang.

Turki merupakan pilihan tujuan nomor satu karena punya fasilitas ramah muslim yang serupa dengan Indonesia. Sebagian besar masyarakat Turki yang juga muslim adalah alasannya.

Baca juga: Rekomendasi wisata halal di Negeri Kangguru (2)

Korea Selatan, meski Islam minoritas di negara ginseng, merupakan tujuan wista yang menarik bagi muslim Indonesia karena sudah menonjolkan fasilitas yang mempermudah wisatawan muslim.

“Korea Tourism Organization gencar mempromosikan wisata ramah muslim. Mereka punya buklet dari tempat makan sampai masjid-masjid,” kata Surya.

Negeri Sakura alias Jepang juga jadi pilihan yang disukai karena visa yang mudah didapat membuat jumlah wisatawan yang berkunjung ke sana semakin banyak,

Baca juga: Taiwan genjot kampanye sebagai destinasi ramah Muslim

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tak ada SARA dalam konsep wisata halal Danau Toba

Komentar