Pertamina dirikan posko kesehatan di desa terdampak tumpahan minyak

Pertamina dirikan posko kesehatan di desa terdampak tumpahan minyak

Petugas medis tengah menangani pasien di posko kesehatan PT Pertamina (Persero) di Karawang, Jawa Barat. (Humas PT Pertamina)

Jumlah pasien rata-rata per hari yang ditangani empat posko itu, mencapai 120 orang
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) bergerak cepat mendirikan empat posko untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan masyarakat pascaperistiwa tumpahan minyak (oil spill) di sekitar Anjungan Lepas Pantai YY Area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ), Kawarang, Jawa Barat.

Sejak Rabu (24/7/2019), Pertamina melalui anak usaha PT Pertamedika langsung menurunkan peralatan dan tenaga medis untuk melayani kebutuhan pengobatan masyarakat di sekitar desa terdampak.

Baca juga: Pertamina siapkan kompensasi bagi warga terdampak tumpahan minyak

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman dalan rilis di Jakarta, Sabtu, mengatakan saat ini, Pertamina telah mendirikan empat posko kesehatan di Karawang yakni Posko Cemara Jaya, Posko Sungai Buntu, Posko Sedari dan Posko Pantai Mutiara.

"Jumlah pasien rata-rata per hari yang ditangani empat posko itu, mencapai 120 orang," katanya.

Menurut Fajriyah, keluhan pasien antara lain gatal-gatal, pegal-pegal, batuk dan penyakit lain seperti hipertensi.

"Berdasarkan identifikasi sementara, keluhan mereka tersebut bukan dampak langsung dari oil spill," tambahnya.

Baca juga: Bupati Karawang: Pertamina tanggung jawab dampak kebocoran minyak

Adapun jadwal dokter jaga di Posko Cemara Jaya adalah dr Anugerah dan dr Thomas; di Posko Sungai Buntu dr Iyan, Posko Pantai Mutiara dr Gerry; dan Posko Sedari dr Windi.

Sampai saat ini, Pertamina dan pihak terkait masih menginvestigasi penyebab kejadian.

Namun, indikasi sementara menunjukkan adanya anomali tekanan pada anjungan yang menyebabkan munculnya gelembung gas dan diikuti oil spill.

Baca juga: KLHK : Tumpahan minyak mentah Pertamina menyebar sampai Bekasi

Pertamina memperkirakan perlu waktu sekitar delapan minggu sejak 25 Juli 2019 untuk menghentikan sumber gas dan oil spill.

Baca juga: Masyarakat terima upah bersihkan ceceran minyak mentah

Baca juga: Tumpahan Minyak Mentah Pertamina di Tujuh Desa Pesisir Karawang


 

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Konsumsi BBM di Jateng-DIY saat Ramadhan turun 40%    

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar