Fashion Carnaval Toboali City on Fire pukau ribuan pengunjung

Fashion Carnaval Toboali City on Fire pukau ribuan pengunjung

Ribuan pengunjung Toboali City On Fire (TCOF) Season I di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat atusias menyaksikan Fashion Carnaval TCOF yang bercirikan kekayaan budaya dan tradisi lokal daerah itu. (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Mudah-mudahan kegiatan ini dapat lebih memperkenalkan budaya dan adat istiadat daerah ini ke tingkat nasional dan internasional
Toboali (ANTARA) - Ribuan pengunjung sangat antusias menyaksikan Fashion Carnaval Toboali City on Fire (TCOF)  di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang bercirikan kekayaan budaya dan tradisi lokal daerah itu.

"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat lebih memperkenalkan budaya dan adat istiadat daerah ini ke tingkat nasional dan internasional," kata Bupati Bangka Selatan Justiar Noer di Toboali, Babel. Minggu.

Ia mengatakan peserta karnaval fesyen yang diikuti sekitar 55 orang dari masyarakat lokal dan luar daerah mengusung tema Unforgetable Taste atau cita rasa legendaris yang bermaksud menampilkan cita rasa budaya yang luar biasa di Toboali.

"Melalui kegiatan ini, kami menampilkan kekayaan budaya dan tradisi lokal untuk digarap melalui kreatifitas para seniman, sekaligus memberikan potensi kreatif di daerah untuk berkarya dan membawahi ide-ide yang luar biasa," katanya.

Ia mengatakan kegiatan pariwisata TCOF sesi empat yang telah bersalngsung sejak 25-28 Juli 2019 ini telah menjadi ikon kebanggaan dan acara yang ditunggu tunggu, baik oleh wisatawan maupun masyarakat yang ada di Bangka Belitung.

Rangkaian kegiatan telah berlangsung beberapa hari ini menunjukkan antusiasme yang sangat besar melibatkan  beberapa komunitas seperti sepeda, fotografi dan touring.

Selain itu para bloger, seniman, dan budayawan dalam berbagai festival seni dan budaya serta masyarakat dari berbagai suku berbaur guna memperkaya makna dan misi dari penyelenggaran kegiatan wisata nasional ini.

Ia Untuk membangun wajah pariwisata yang ada di Bangka Selatan, pihaknya menyadari masih banyak tugas besar yang harus dilaksanakan.

"Kami berharap melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, dapat memperkenalkan dan mempublikasikan destinasi wisata Bangka Selatan dan menjadi ujung tombak kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menurut dia, pembangunan pariwisata berkelanjutan yang sesungguhnya tidak hanya semata untuk tujuan ekonomi, namun juga mencakup aspek aspek kehidupan lain, terutama pelestarian budaya dan kesadaran untuk menjaga alam serta lingkungan.

"Saya sebagai kepala daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat bekerja sama memaksimalkan potensi besar pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," katanya.

 

Pewarta: Aprionis
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar