China akan adakan pelatihan militer di dekat perairan Taiwan

China akan adakan pelatihan militer di dekat perairan Taiwan

Prajurit Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menembakkan roket anti tank saat latihan militer di Wuzhong, Daerah Otonomi Ningxia Hui, China, Rabu (24/7/2019). Foto diambil tanggal 24 Juli 2019. REUTERS/Stringer/cfo (REUTERS/CHINA STRINGER NETWORK)

Beijing (ANTARA) - Militer China menyelenggarakan pelatihan pada pekan ini di perairan dekat Taiwan, kata badan keamanan Kelautan China beberapa hari setelah Beijing menegaskan siap untuk bertempur apabila ada gerakan yang mengarah pada kemerdekaan di pulau berpemerintahan mandiri itu.

Badan tersebut tidak menyatakan kapan pelatihan akan dilaksanakan demikian pula jenis pasukan yang akan terlibat, namun menyebut lokasi pelatihan d pesisir Guangdong dan Provinsi Fujian di sebelah barat Taiwan dengan batas waktu larangan di wilayah tersebut mulai Senin pagi pukul 06.00 hingga Jumat pukul 06 sore, sehubungan dengan kegiatan militer.

Disebutkan pula bahwa daerah di pesisir provinsi Zhejiang di Timur Laut Taiwan juga harus dikosongkan untuk pelatihan militer hingga Kamis malam.

China mengakui Taiwan, wilayah yang berpemerintahan mandiri sebagai bagiannya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk membawanya kembali ke dalam kendali Beijing.

Dalam tahun-tahun belakangan Chilan telah melakukan pelatihan militer di sekitar Taiwan termasuk penerbangan tetap yang oleh Beijing disebut "mengitari pulau" dan mengirim kapal-kapal perang ke perairan sekitarnya.

Taiwan memantau terus keadaan di selat untuk memastikan keamanan dan stabilitas regional, menurut kementerian pertahanan.

"Tentara nasional terus memperkuat kapasitas pertahanan yang penting dan sangat yakin serta mampu mempertahankan keamanan nasional," demikian dinyatakan.

Pulau tersebut menyelenggarakan pelatihan militer tahunannya sendiri setiap Mei, dengan memamerkan petahanannya menghadapi ancaman dari China yang meningkat.

Pekan lalu China menegaskan akan siap untuk berperang melawan mereka yang berusaha memisahkan Taiwan dari negara tersebut, menuding Amerika Serikat merusak stabilitas global dengan menjual senjata ke pulau tersebut.

Sumber: Reuters

Baca juga: Setelah Taiwan beli senjata, China adakan pelatihan militer

Baca juga: Harian China klaim tiada dapat hentikan pelatihan militer China

Penerjemah: Maria D Andriana
Editor: Chaidar Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Begini respon milenial tentang KOMCAD yang bukan wajib militer

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar