counter

Piala Indonesia

Polda Sulsel keberatan Makassar disebut tidak aman gelar final

Polda Sulsel keberatan Makassar disebut tidak aman gelar final

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani. ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin

Makassar (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan keberatan dengan banyaknya informasi yang disebarkan di luar Sulsel khususnya di Jakarta yang menyatakan Makassar tidak aman menggelar pertandingan final sepak bola antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta.

"Kami sangat keberatan dengan informasi hoax itu karena Makassar sangat aman dan seluruh suporter semuanya sportif," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Senin.

Ia mengatakan pengamanan partai final leg kedua Piala Indonesia yang sedianya digelar Minggu (28/7) di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, ditunda lantaran adanya informasi hoax menyatakan Makassar tidak aman.

Kombes Dicky menyatakan bahwa pengamanan ekstra telah dilakukan setiap pertandingan sepakbola di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar.

Dia menyebut pengamanan pertandingan leg kedua final telah diambil alih oleh Polda Sulsel, berbeda dengan pertandingan-pertandinhan lainnya yang hanya ditangani Polrestabes Makassar dan Brimob Polda Sulsel.

"Pengamanan langsung kami ambil alih dan yang bertanggungjawab penuh adalah Polda. Personel yang kami kerahkan juga sudah dilipatgandakan, jadi informasi Makassar tidak aman itu hoax," katanya.

Dalam pertandingan final itu, Polda mengerahkan 4.000 personel gabungan baik dari Direktorat Sabhara (Ditsabhara), Brimob Polda Sulsel, Intelkam maupun Reskrim. Sistem pengamanan terbuka dan tertutup.

Bukan cuma mengerahkan personel dengan jumlah banyak itu, pihaknya juga menerjungkan kendaraan taktis lainnya seperti kendaraan lapis baja (barracuda), mobil penyemprot (water canon) maupun lainnya.

Sebelumnya, PSSI dalam keterangan persnya menyebutkan "Atas dasar pertimbangan keamanan dan kenyamanan, laga final kedua Kratingdaeng Piala Indonesia kami tunda," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

Menurut Tisha, PSSI akan segera memutuskan waktu dan tempat pelaksanaan pertandingan final kedua secepatnya. "PSSI mempercayakan pengembangan sepak bola di Makassar," jelas Tisha.

PSSI juga mengajak suporter kedua tim untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fairplay. "Keamanan dan kenyamanan pertandingan menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Pada partai final leg pertama, Persija Jakarta unggul 1-0 atas PSM pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada 21 Juli 2019.

Baca juga: PSSI: leg kedua final Piala Indonesia 6 Agustus di Makassar

Baca juga: PSSI paling dirugikan oleh penundaan final Piala Indonesia

Baca juga: Keputusan final Piala Indonesia di Makassar tergantung Komdis

Pewarta: Muh. Hasanuddin
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar