PLTN untuk kurangi polusi dukung energi kendaraan listrik dibutuhkan

PLTN untuk kurangi polusi dukung energi kendaraan listrik dibutuhkan

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Jumain Appe berbicara kepada wartawan di sela penjurian Anugerah Budhipura 2019 di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Senin (29/07/2019). (FOTO ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Kalau misalnya nanti 60 persen pembangkit listrik di Jawa ini adalah batu bara itu akan menimbulkan polusi tinggi. Oleh karena itu kita harus dorong dengan energi nuklir
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Jumain Appe mengatakan perlunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dibangun untuk menyokong kebutuhan listrik bagi kendaraan bertenaga listrik sehingga dapat mengurangi polusi yang disebabkan dari emisi kendaraan berbahan bakar minyak.

"Kalau misalnya nanti 60 persen pembangkit listrik di Jawa ini adalah batu bara itu akan menimbulkan polusi tinggi. Oleh karena itu kita harus dorong dengan energi nuklir," katanya kepada wartawan di Gedung BPPT, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan bahwa persepsi negatif terhadap PLTN harus diubah karena PLTN menjadi salah satu solusi untuk sumber energi baru.

"Persepsi kita ubah, bagaimana caranya memasyarakatkan nuklir ini supaya persepsinya jangan nuklir membahayakan karena bom," ujarnya.

Dia mengatakan BPPT, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTNN) dan lembaga terkait lain sudah siap dengan teknologi untuk mendorong pembangunan PLTN.

Menurut dia pembangkit listrik berbahan bakar fosil seperti baru bara telah menyumbang emisi ke udara yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.

Selain itu, katanya, emisi dari kendaraan bermotor berbahan bakar minyak seperti bensin juga menyumbang emisi yang mencemari udara. Untuk itu, perlu peralihan ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan seperti kendaraan bertenaga listrik.

PLTN ini, kata Jumain Appe,  kemudian dapat menjadi menjadi penyumbang untuk memasok energi listrik bagi kendaraan listrik ke depan apalagi jika di masa akan datang kendaraan listrik mulai mengambil proporsi tertentu dari sektor transportasi di Indonesia.

Pada 2035, Kementerian Perindustrian berharap 30 persen dari jumlah kendaraan bermotor di Indonesia merupakan kendaraan listrik.

Baca juga: Pemerintah pertimbangkan nuklir masuk bauran energi 2025

Baca juga: Pakar: Indonesia belum butuhkan listrik tenaga nuklir

Baca juga: Batan siapkan program nuklir untuk energi

Baca juga: Nuklir pilihan jika EBT tak tercapai

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pembangunan PLTN di Kalbar mantapkan pemindahan ibu kota negara

Komentar