Dewi Fortuna: Demokrat perlu masuk pemerintahan untuk siapkan AHY

Dewi Fortuna: Demokrat perlu masuk pemerintahan untuk siapkan AHY

Dewi Fortuna Anwar (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Pakar politik Dewi Fortuna Anwar menilai Partai Demokrat bisa jadi merapat ke pemerintahan karena perlu menyiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk kontestasi Pilpres 2024.

"Demokrat bisa jadi masuk ke pemerintahan dengan harapan bisa membuat Mas Agus (AHY) masuk kabinet," katanya, ditemui usai bedah buku berjudul "Revolusi, Diplomasi, Diaspora: Indonesia, Tiongkok dan Etnik Tionghoa 1945-1947", di Jakarta, Senin.

Baca juga: AHY serahkan arah koalisi pada keputusan SBY

Baca juga: Dewi Fortuna yakini Gerindra tetap jadi oposisi

Baca juga: Ahli: Ada kemungkinan Gerindra bergabung dengan pemerintah

Baca juga: Zulkifli: PAN dukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tanpa syarat

Baca juga: PKS pilih sikap di luar pemerintahan


Dengan masuknya AHY di kabinet, menurut dia, setidaknya bisa menjadi ajang pemanasan bagi putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu untuk berlaga pada Pilpres 2024 seiring dengan munculnya calon-calon baru.

Pada Pilpres 2024, kata dia, partai-partai politik harus mengadu kandidat baru untuk figur calon presiden, sementara Demokrat sudah memiliki AHY yang tinggal diasah pengalamannya di pemerintahan.

"Pada 2024, Jokowi kan enggak 'running' lagi. Macam-macam parpol akan mengadu calon baru," katanya.

Selain Demokrat, Dewi memperkirakan akan ada sejumlah parpol eks Koalisi Adil Makmur yang akan merapat ke koalisi pemerintahan Jokowi, di luar Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ia menyebutkan Partai Amanat Nasional (PAN) juga berpeluang masuk ke koalisi karena terbiasa main dua kaki, sementara PKS sepertinya akan tetap berada di oposisi.

"Kalau Gerindra, menurut saya tidak bermartabat kalau masuk koalisi dan tidak sehat bagi demokrasi. Tetapi, bukan berarti hubungan baik tidak diteruskan," kata Dewi.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

AHY mohon doa untuk kesehatan SBY

Komentar