counter

Respons pornografi anak, Kominfo koordinasi dengan Hago

Respons pornografi anak, Kominfo koordinasi dengan Hago

(kiri-kanan) Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, Ketua KPAI Susanto, Deputi Direktur Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informasi, Antonius Malau, Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Iwan Kurniawan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono, Ketua LPAI Seto Mulyadi dalam konferensi pers pornografi anak di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/7/2019). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI merespons cepat tindakan pornografi anak yang dilakukan melalui aplikasi game online Hago dengan melakukan koordinasi dengan perusahaan game tersebut.

“Mereka (perusahaan Hago) sudah bertindak cepat. Jadi nanti ketika ada yang minta nomor HP akan digagalkan oleh Hago, termasuk pengiriman foto,” kata Deputi Direktur Pengendalian Internet, Kominfo, Antonius Malau saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin.

Baca juga: LPAI imbau orang tua awasi anak ketika bermain "game online"

Baca juga: Polisi tangkap pelaku pornografi anak yang beraksi lewat game online

Baca juga: Kemkominfo serukan perlindungan anak dari pornografi online


Ia menjelaskan Kominfo juga telah secara aktif melakukan pencarian dan pemblokiran di media online termasuk pornografi anak.

“Kami secara aktif melakukan pencarian di media online termasuk pornografi anak. Lebih dari satu juta website sudah diblokir,” katanya.

Kominfo juga, menurutnya telah melakukan pemblokiran terhadap sekitar 10 hingga 15 ribu website dan konten yang memuat pornografi.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku berinisial AAP (27) atas tindak pidana pornografi anak yang melakukan aksinya bermula dari aplikasi game online Hago.

Direktur Kriminal Khusus Polda Metro, Iwan Setiawan menjelaskan penangkapan dilakukan setelah polisi mendapatkan laporan dari orang tua korban pada 26 Juni yang mengaku anaknya mendapatkan ancaman penyebaran video pornografi.

Terdapat 10 anak yang menjadi korban tindakan pornografi oleh AAP.

Menurut Iwan, modus yang dilakukan pelaku adalah mendaftarkan diri sebagai pemain di akun Hago lalu kemudian memilih targetnya dari kalangan anak-anak perempuan usia di bawah 15 tahun.

Setelah itu, pelaku mulai mendekati target dengan meminta no ponsel untuk kemudian mengirim dan melakukan video call melalui aplikasi pengiriman pesan WhatsApp.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Selamatkan anak, Kementerian PPPA bentuk desa bebas pornografi

Komentar