Akademisi: kepemimpinan PDIP di NTT cerminkan keberagaman

Akademisi: kepemimpinan PDIP di NTT cerminkan keberagaman

Akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Karolus Kopong Medan SH., M.Hum. (Antara foto/Aloysius Lewokeda)

Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr Karolus Kopong Medan SH., M.Hum mengatakan kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di provinsi setempat mencerminkan keberagaman dengan penunjukan Emilia Nomleni sebagai Ketua DPD PDIP NTT menggantikan Frans Lebu Raya.

"Ditunjuknya Emelia Nomleni nahkoda baru DPD PDIP NTT ini mencerminkan keberagaman kepemimpinan dalam dinamika partai politik di NTT meskipun ini merupakan dinamikan politik yang langka," katanya kepada Antara di Kupang, Selasa.

Ia mengemukakan hal itu terkait pergantian kepemimpinan partai politik PDIP NTT dengan ditunjukan Emilia Nomleni sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) menggantikan Frans Lebu Raya yang diumumkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) di Kota Kupang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Megawati hadiri pelantikan DPD BMI NTT

Baca juga: DPD PDIP NTT mempercepat konferda

Baca juga: DPP : Perlu penyegaran kepemimpinan PDIP di NTT


Kopong Medan mengatakan, kehadiran Emilia Nomleni sebagai nahkoda baru menunjukkan keberagaman kepemimpinan partai politik dalam arti yang lebih luas termasuk dari sisi gender atau jenis kelamin.

Meskipun, lanjut dia, harus diakui bahwa hal ini merupakan sebuah fenomena langkah dalam dinamika perpolitikan di NTT. "Ini juga sebuah kebanggaan tersendiri ketika seorang perempuan tampil menakhodai partai politik sebesar PDIP ini," katanya.

Ia mengatakan, kehadiran Emilia Nomleni sekaligus mengikis pandangan subordinasi bahwa perempuan adalah golongan lemah dan kaum laki-lakilah yang lebih pantas menjadi pemimpin.

Menurutnya, Emilia Nomleni harus bisa menampilkan pola kepemimpinan keibuan dalam menakhodai partai berlambang banteng gemuk bermoncong putih itu.

Dengan pola kepemimpinan ini, diharapkan mampu merangkul semua elemen yang menjadi kekuatan parti baik dari sisi etnis, agama, wilayah dan lainnya yang menggambarkan keberagaman di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

Menutunya, para pemimpin partai politik perlu menyadari bahwa NTT merupakan "Indonesia mini" sehingga kemasan kepemimpinan juga harus betul-betul mewadahi semua kepentingan di semua daerah.

Ia menambahkan, keberhasilan kepemimpinan PDIP di NTT ke depan sangat ditentukan oleh bagaimana memanfaatkan keberagaman ini menjadi sebuah kekuatan dahsyat dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah baik di level daerah hingga nasional.
 

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar