counter

105,1 hektare tambang di Babel dijadikan destinasi wisata

105,1 hektare tambang di Babel dijadikan destinasi wisata

Salah seorang pengunjung memberi makanan rusa di Kampung Reklamasi Air Jangkang di Desa Riding Panjang, Kabupaten Bangka seluas 32 hektare (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - PT Timah Tbk menyulap 105,1 hektare bekas penambangan bijih timah menjadi destinasi wisata baru di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian masyarakat di daerah itu.

"Kami terus berkomitmen dan berupaya mengelola lahan bekas tambang menjadi lahan produktif dengan menggandeng stakeholder multipihak," kata Kepala Bidang Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan seluas 105,1 hektare lahan bekas penambangan bijih timah yang dijadikan destinasi wisata baru yaitu reklamasi di Dusun Air Kuning, Desa Bencah, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan seluas 49,8 hektare.

"Kita bekerja sama dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung sebagai kelanjutan dari pilot project program Bhabinkamtibmas Go Green menghijaukan lahan bekas tambang dengan tanaman buah-buahan dan budidaya ikan di lahan bekas tambang tersebut," katanya.

Selain itu, PT Timah saat ini tengah fokus menggarap Kampung Reklamasi Air Jangkang di Desa Riding Panjang, Kabupaten Bangka seluas 32 hektare. Salah satu program yang sedang dikembangkan PT Timah Tbk di Air Jangkang adalah pertanian, di mana nantinya akan dikelola oleh masyarakat di sekitar area tersebut.

"Meski belum sepenuhnya selesai, Kampung Reklamasi Air Jangkang seluas 32 hektare tersebut mulai dilirik masyarakat sebagai destinasi wisata baru untuk mengisi hari libur. Konsep agrowisata yang ditawarkan mampu menarik perhatian dan rasa penasaran wisatawan lokal," ujarnya.

Menurut dia Kampung Reklamasi Air Jangkang dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari Kota Pangkalpinang, para pengunjung sudah bisa menikmati tanaman buah dan sayur yang tertata rapi, bermain ATV atau sekadar berswafoto.

"Tempat ini cocok untuk mengedukasi anak-anak agar dapat mengenal jenis-jenis tanaman dan hewan. Ke depannya, kawasan ini akan terus dikembangkan menjadi perwajahan semangat kami dalam melaksanakan pertambangan berbasis Good Mining Practice," katanya.

Berbeda dengan Air Jangkang, reklamasi Air Nyatoh yang terletak di Belinyu, memanjakan mata pengunjung dengan birunya air danau bekas galian timah yang membingkai lahan seluas 15,8 hektare. Reklamasi di area ini telah digarap sejak medio 2000 lalu.

"Sekarang telah masuk ketahap pengelolaan lanjutan dan penanaman hortikultural," kata Anggi seraya menyebutkan area reklamasi lainnya dilaukan di Sehati Bukit Kijang Desa Namang, Bangka Tengah.

Selain di Pulau Bangka, PT Timah Tbk reklamasi juga dilakukan di Belitung, tepatnya di Selinsing, Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Lahan seluas 6,5 hektare ini disulap menjadi komoditas bernilai tambah.

"Cabai menjadi komoditas andalan dengan luas areal tanam 1 hektare, diikuti tanaman kopi serta tumbuhan lainnya. Aktivitas penanaman di areal tersebut merupakan bentuk inovasi yang digagas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Jaya Selingsing bekerja sama dengan Pemerintah Desa Selingsing," katanya. 

Baca juga: Jika tempat penambangan diubah jadi tempat wisata

Baca juga: Kunjungan wisata Bangka Belitung turun akibat kenaikan tiket pesawat

Pewarta: Aprionis
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belajar geo heritage dari bebatuan purba

Komentar