Pemerintah diminta realisasikan pembukaan penerbangan Bali-Morotai

Pemerintah diminta realisasikan pembukaan penerbangan Bali-Morotai

Museum Perang Dunia II di Morotai, Maluku Utara menjadi salah satu destinasi wisata untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara berkunjung ke Pulau Morotai (ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Pemerintah diminta merealisasikan rencana pembukaan rute penerbangan dari Bali ke Morotai, Maluku Utara, untuk memudahkan wisatawan dari Bali yang akan ke kabupaten perbatasan itu.

"Banyak wisatawan dari Bali, terutama wisatawan mancanegara yang ingin melanjutkan kunjungan ke Morotai untuk menikmati objek wisata di daerah itu," kata pengamat pariwisata di Malut, Jamaluddin di Ternate, Rabu.

Tetapi setelah mengetahui bahwa akses transportasi udara dari Bali ke Morotai harus transit di Makassar, Sulawesi Selatan kemudian ke Ternate baru selanjutnya ke Morotai, mereka membatalkan keinginannya berkunjung ke Morotai karena dianggap sangat merepotkan.

Menurut dia, kalau sudah ada penerbangan dari Bali ke Morotai, hal seperti itu akan tidak terjadi bahkan semakin banyak wisatawan yang akan berkunjung ke daerah itu, karena potensi wisatanya sudah cukup dikenal luas di luar negeri.

Pulau Morotai tidak hanya memiliki potensi wisata peninggalan sejarah Perang Dunia II, tetapi objek wisata budaya dan objek wisata bahari, bahkan khusus untuk objek wisata bahari, seperti Pulau Dodola keindahannya sulit ditemukan padanannya di dunia.

Pemerintah pusat, menurut Jamaluddin, sudah menetapkan Pulau Morotai sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata utama di Indonesia, yang ditargetkan dapat mengundang kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 500 ribu orang per tahun.

Tetapi kalau tidak disertai dengan dukungan akses transportasi udara yang lancar dari dan ke Morotai serta pembenahan infrastruktur pariwisata di Morotai, target kunjungan wisatawan itu sulit dipenuhi.

Bupati Pulau Morotai Benny Laos juga mengharapkan segera dibukanya penerbangan dari Bali ke Morotai, bahkan dijadikan titik persinggahan untuk penerbangan keluar negeri, misalnya ke Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok agar wisatawan lebih tertarik ke daerah itu.

Pemerintah pusat kini tengah mengembangkan Bandara Leo Wattimena di Morotai, di antaranya pembangunan terminal penumpang dan diharapkan setelah itu sudah ada penerbangan dari Bali ke Morotai atau dari kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Jakarta dan Makassar.

Bupati menambahkan pemkab terus berupaya menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu, di antaranya dengan menggelar Festival Morotai tanggal 2-8 Agustus 2019 serta memaksimalkan promosi melalui berbagai jaringan promosi pariwisata yang ada di Indonesia.

Baca juga: Pemkab luncurkan Festival Morotai
Baca juga: Pemprov Malut promosikan keindahan bawah laut Galo-Galo
Baca juga: Dubes AS kunjungi Museum Perang Dunia II di Morotai, Maluku Utara

Pewarta: La Ode Aminuddin
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar