counter

BNNP latih 30 guru di Ternate jadi pegiat anti narkoba

BNNP latih 30 guru di Ternate jadi pegiat anti narkoba

Puluhan guru di Ternate dilatih menjadi pegiat anti narkoba (ANTARA/Abdul Fatah)

para siswa dan siswinya dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan narkoba di sekolah dan di lingkungan keluarga
Ternate (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) melatih 30 guru SMP di Kota Ternate untuk menjadi pegiat anti narkoba melalui Bimbingan Teknis Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

"Kondisi geografis Malut sebagian besar daerahnya kepulauan menjadi pintu masuk narkoba melalui pelabuhan rakyat atau bandara perintis yang sulit dideteksi aparat, perkembangan sarana komunikasi melalui gawai juga memudahkan penjualan narkoba secara daring," kata Kepala BNNP Malut, Brigjen Pol Drs Edi Swasono, MM saat memberikan materinya kepada puluhan guru di Ternate, Rabu.

Baca juga: Polres Ternate ciduk lima tersangka kasus narkoba

Oleh karena itu, tegasnya, peran guru untuk menjadi pegiat anti narkoba bisa menekan tingginya peredaran narkoba, khususnya bagi remaja maupun siswa di Malut.

Dengan demikian, katanya, diharapkan agar 30 guru penggiat anti narkoba perwakilan SMP di kota Ternate ini, dapat mendoktrin anak didik untuk tertanam dalam otak mereka bahwa narkoba berbahaya sehingga mereka harus menjauh ketika mendengarnya.

Baca juga: Dikbud Ternate kaji usulan kurikulum bahaya narkoba

"Sehingga, para siswa dan siswinya dapat menjadi garda terdepan dalam pencegahan narkoba di sekolah dan di lingkungan keluarga," katanya.

Kepala BNNP juga menyampaikan materi Strategi dan Kebijakan P4GN di Provinsi Maluku Utara. 

Hingga saat ini  angka prevalensi penyalah guna narkoba di Malut cukup tinggi yakni 13.181 jiwa dan ini mengindikasikan jumlah penyalahgunaan markoba yang cukup besar.

Bahkan, kini, tambahnya, Indonesia menghadapi permasalahan narkoba di Indonesia karena negara ini sudah sebagai negara produsen narkoba, sementara masih ada oknum aparat yang menyalahgunakan wewenang sehingga lembaga pemasyarakatan (lapas) pun bisa menjadi sarang peredaran dan pengendali obat terlarang itu.

Baca juga: Tiga perwira polisi diduga salahgunakan narkoba

Pada akhir kegiatan,  para guru menyepakati agar setiap siswa sebelum masuk kelas, membacakan ikrar anti Narkoba.

Kedua, para guru juga menyiapkan rencana aksi di sekolah masing-masing.
 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Napi Narkoba penghuni terbanyak di Lapas Kelas IIA Banda Aceh

Komentar