Udara Jakarta Kamis pagi tidak sehat untuk kelompok sensitif

Udara Jakarta Kamis pagi tidak sehat untuk kelompok sensitif

Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.

Sedangkan di wilayah Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, kualitas udaranya juga masih tergolong tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan indeks 102 dan konsentrasi PM2,5 sebesar 36 ug/m3
Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara DKI Jakarta Kamis pagi pukul 07.00 WIB mulai masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif dan tertengger diangka 135 dari dini hari yang mencapai 152 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 49,4 ug/m3.

Berdasarkan laman resmi AirVisual, kualitas udara di wilayah Mangga Dua Selatan, tercatat paling buruk pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif di antara wilayah lain di DKI Jakarta, yaitu pada angka 142 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 52,1 ug/m3.

Wilayah berikutnya yang mencatatkan kualitas udara terburuk kedua pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif di Jakarta adalah di sekitar Kedutaan Besar AS, Jakarta Pusat dengan catatan angka sebesar 141 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 52 ug/m3.

Baca juga: Kualitas Udara Jakarta Kamis Dini Hari Masih Tidak Sehat

Selanjutnya, wilayah di Pejaten Barat juga mencatat kualitas udara kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan AQI sebesar 129, sementara konsentrasi PM 2,5 di wilayah itu adalah 46,8 ug/m3.

Sementara itu, kualitas udara di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, kualitas udaranya juga masih tergolong tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan indeks kualitas udara pada angka 126 dan PM2,5 sebesar 45,8 ug/m3.

Sedangkan di wilayah Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, kualitas udaranya juga masih tergolong tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan indeks 102 dan konsentrasi PM2,5 sebesar 36 ug/m3.

Baca juga: Udara Jakarta penuh polusi, Anies sebut dampak dari musim panas

Sedangkan wilayah di sekitar Kedutaan AS di Jakarta Pusat mencatatkan kualitas udara cukup baik di antara wilayah lain, meski dinilai masih tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan angka AQI US sebesar 105 dan konsentrasi PM2,5 sebesar 37 ug/m3.

Ketika menggunakan acuan US AQI maka hasil analisa pencemaran udara untuk parameter PM2.5 dengan konsentrasi 0-10 ug/m3 termasuk kategori sedang, lalu 36 hingga 55 ug/m3 kategori tidak sehat untuk kalangan tertentu.

Baca juga: PDPI sarankan pemangku kebijakan tangani polusi udara di Jakarta

Kemudian, 56-65 ug/m3 adalah kategori tidak sehat, 66-100 ug/m3 kategori sangat tidak sehat dan 100 ug/m3 ke atas kategori berbahaya.

Selain itu, AirVisual juga mencatat kondisi kelembaban Ibu Kota pada akhir pekan yaitu 83 persen dan kecepatan angin 3,6 kilometer per jam

Pewarta: Nova Wahyudi
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini Alasan Pertamina Berencana Hentikan Penjualan BBM Jenis Premium

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar