Agung Hercules meninggal dunia

Agung Hercules meninggal dunia

Agung Hercules dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang (ANTARA News/Instagram)

Jakarta (ANTARA) - Kabar duka kembali menyelimuti dunia komedi Indonesia, Agung Hercules menutup usia hari ini di RS Dharmais, Jakarta.

"Innallilahi wa inna ilaihi rojiun.. telah meninggal dunia sahabat kita Agung Hercules di RS Dharmais, mohon doa dari semua semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT.. amin..," tulis sebuah pesan berantai.

Beberapa sahabat Agung juga mengungkapkan kabar meninggalnya pelantun "Astuti" itu melalui Instagram Story mereka seperti Isa Bajaj dan Ernest Prakasa.

"R.I.P Agung Hercules," kata Ernest.

Sementara Isa hanya mengatakan, "#Innallilahiwainnalillahirojiun," lengkap dengan emoji menangis.

Namun belum ada informasi kapan tepatnya Agung meninggal dan akan dikebumikan di mana.

Agung Hercules melejit lewat lagu berjudul "Astuti" pada 2011 itu awalnya memulai kariernya sebagai atlet binaraga.

Bahkan lewat olahraga tersebut ia berhasil meraih peringkat 6 dalam ajang pra PON 1998. 

Dia lalu hijrah ke Jakarta dan mendapat peran sebagai Milkyman di sinetron "Saras 008" (1999).

Setelah itu Agung mulai menekuni dunia tarik suara. Ia merekam sendiri delapan lagu ciptaannya, termasuk "Astuti" yang merupakan kependekan dari "Asli Tukang Tipu". 

Single itu sebenarnya sudah dibuat sejak 2003, namun tidak begitu sukses karena kurang promosi. 

Pada 2009, video "Astuti" diunggah ke YouTube dan akhirnya nama Agung Hercules menjadi besar dengan ciri khas badan kekar dan mic barbel.

Sukses dengan "Astuti", Agung kembali menelurkan single keduanya yang berjudul "Ular Kadut" pada 2012.

Tak puas di musik, Agung menjajal dunia film lewat "Test Pack" (2012), "Bangun Lagi Dong Lupus" (2013), "Comic 8" (2014), dan "Partikelir" (2018).

Penyanyi yang menciptakan jargon TGBM (Tidak Goyang Barbel Melayang) itu juga dikenal membuka bisnis kuliner dengan nama "Bakso Barbel". 



Baca juga: Agung Hercules kena kanker otak stadium 4

Baca juga: Kenali kanker otak yang penyebarannya sangat cepat

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar