Kenaikan harga cabai merah salah satu penyebab inflasi di Jambi

Kenaikan harga cabai merah salah satu penyebab inflasi di Jambi

Penjual cabai di Pasar Raya Padang (Antara Sumbar/Novia Harlina)

Pada kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,53 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 113,83, kemudian pada Juli 2019 kelompok kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,57 persen atau mengalami penurunan indeks dari 130,82 pada Juni menjadi 130,
Jambi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi pada Juli 2019 antara lain adalah cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras.

Selain itu, tarif angkutan udara, biaya bimbingan belajar, harga apel, ikan kembung, sekolah menengah pertama, semangka dan akademi/perguruan tinggi.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiawan di Jambi Kamis, mengatakan pada Juli 2019 Jambi mengalami inflasi sebesar 0,48 persen dengan laju inflasi tahun kalender sebesar 2,03 persen.

Baca juga: BPS sebut kenaikan harga cabai picu inflasi Juli 2019

Inflasi di Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,56 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,10 persen, kelompok sandang 0,53 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,78 persen serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen.

Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi sebesar 0,48 persen, andil terbesar adalah dari kelompok bahan makanan sebesar 0,3656 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,1295 persen, sandang 0,0331 persen serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,0183 persen.

Baca juga: BI prediksi kenaikan harga cabai masih picu inflasi di Purwokerto

Dadang juga menjelaskan kelompok bahan makanan pada Juli lalu mengalami inflasi sebesar 1,56 persen atau terjadi kenaikan indeks harga dari 134,36 pada Juni menjadi 136,45 pada Juli 2019.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada Juli mengalami inflasi 0,10 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 146,92 pada Juni menjadi 147,07 pada Juli, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada Juli mengalami deflasi 0,22 persen atau terjadi penurunan indeks dari 138,84 pada Juni menjadi 138,54 pada Juli 2019.

Baca juga: Inflasi Kota Malang diharapkan terjaga meski harga cabai melonjak

"Pada kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 0,53 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 113,83, kemudian pada Juli 2019 kelompok kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,57 persen atau mengalami penurunan indeks dari 130,82 pada Juni menjadi 130,08 pada Juli," katanya.

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga juga mengalami inflasi sebesar 1,78 persen atau mengalami kenaikan indeks yaitu dari 131,74 pada Juni menjadi 134,08 pada Juli 2019 dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Juli mengalami inflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 140,83 pada Juni menjadi 140,90 pada Juli.

Baca juga: Bank Indonesia sebut cabai picu inflasi pada Juli 2019


 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar