Dua helikopter dikerahkan padamkan kebakaran lahan di Kotim

Dua helikopter dikerahkan padamkan kebakaran lahan di Kotim

Dua helikopter mulai dioperasikan membantu pemadaman kebakaran lahan di Kotim, Kamis (1/8/2019). (Foto BNPB)

Sampit (ANTARA) - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah mulai dilakukan melalui jalur udara menggunakan dua helikopter yang dikirim Badan Nasional Penanggulangan Bencana karena lokasi kebakaran sulit dijangkau melalui jalan darat.

"Hari ini 'water bombing' (pemboman air) dilakukan di Bagendang. Hot spot terbanyak memang terpantau di kawasan Selatan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Yusuf di Sampit, Kamis.

Mulai hari ini, pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur dibantu menggunakan dua helikopter pembom air. Dua helikopter itu tiba di Bandara H Asan Sampit pada pagi, kemudian langsung dioperasikan memadamkan kebakaran lahan pada siang hingga sore hari.
Baca juga: Wagub Kalteng pantau pemadaman lahan terbakar

Menurut Yusuf, ada beberapa titik prioritas pemantauan lahan yang rawan terbakar, terutama di Desa Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Samuda Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. Untuk kawasan dalam kota, prioritas pemantauan yaitu Desa Eka Bahurui dan kawasan Jalan Amin Melati yang sudah beberapa kali terjadi kebakaran lahan.

Kebakaran lahan memang masih terjadi di beberapa titik. Yusuf memperkirakan sudah hampir 100 hektare lahan yang terbakar dan penanganannya berkisar 30 sampai 40 persen dari luas lahan yang terbakar.

Yusuf berharap, keberadaan dua helikopter tersebut bisa memaksimalkan pemadaman kebakaran lahan, khususnya di lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau tim pemadam melalui jalur darat.

Dua helikopter tersebut disiagakan di Sampit tanpa batas waktu sesuai kebutuhan. Meski disiagakan di Sampit, namun dua helikopter itu juga bisa dioperasikan memadamkan kebakaran lahan jika terjadi di kabupaten lain seperti Seruyan dan lainnya.

Posko pengendalian dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan akan disiagakan hingga 30 Oktober nanti. Setidaknya selama itu pula semua pihak terkait mewaspadai kebakaran hutan dan lahan.

"Tapi tergantung situasi. Kalau di sini asap sudah tidak terlalu, dua helikopter itu bisa kembali lagi ke Palangka Raya untuk membantu pemadaman jika ada kebakaran lahan di daerah lain," kata Yusuf.

Yusuf mengimbau masyarakat untuk membantu mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Kebakaran lahan parah dan kabut asap harus dicegah agar tidak sampai terjadi lagi.
Baca juga: Kalteng akan bangun posko di titik rawan karhutla
Baca juga: PMI Kalteng bagikan 6.000 masker gratis atasi debu karhutla

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar