Sejak awal tahun sudah 35,63 hektare lahan di Batanghari terbakar

Sejak awal tahun sudah 35,63 hektare lahan di Batanghari terbakar

Personel siaga karhutla Batanghari, Jambi tengah memadamkan kebakaran hutan dan lahan di daerah itu. Selama Juli 2019, 24,63 hektare lahan di Kabupaten Batanghari, Jambi terbakar. (ANTARA/HO/Ist)

Pada hari ini di Kecamatan Bajubang terdapat 9 titik
Jambi (ANTARA) - Sejak awal januari 2019 sampai dengan 1 Agustus 2019 ini, terdapat 35,63 hektare hutan dan lahan di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi yang terbakar.

“Di bulan Juli kebakaran meningkat cukup drastis. Seluas 24,63 hektare dari 35,63 hektare hutan dan lahan yang terbakar pada semester pertama tahun ini, terbakar di bulan Juli,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Nazhar di Jambi, Kamis.

Seluas 35,63 hektare hutan dan lahan yang terbakar tersebut berasal dari 24 titik api yang terjadi di delapan kecamatan di daerah itu. Dimana di Kecamatan Muarabulian terdapat titik api terbanyak dengan luas lahan yang terbakar mencapai 9,98 hektare.

Jumlah luasan hutan dan lahan yang terbakar di daerah itu diprediksi akan terus meningkat mengingat daerah itu sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Pada hari ini di Kecamatan Bajubang terdapat 9 titik, dimana titik api tersebut seluruhnya berada di kawasan PT.Reki,” kata Nazahar.

Sementara itu, saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, BPBD daerah itu terkendala oleh keterbatasan panjang selang. Hal itu dikarenakan sumber air dengan lokasi kebakaran jaraknya cukup jauh, terlebih di musim kemarau sumber air banyak yang kering.

“Kalau terdapat titik api secara bersamaan kita masih bisa lakukan pemadaman, karena di BPBD terdapat tiga unit kendaraan ditambah armada dari damkar dan manggala agni, namun jika lebih dari tiga titik petugas kita cukup kewalahan ,” kata Sekretaris BPBD Batanghari, Jambi Samral.

Dari seluruh jumlah kebakaran hutan dan lahan di daerah itu belum ada kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan oleh ekstremnya cuaca.

Seluruh kebakaran hutan dan lahan didaerah itu disebabkan oleh unsur sengaja dan tidak sengaja seperti warga yang membuka lahan dengan cara dibakar.

Seluruh luas lahan yang terbakar di daerah itu merupakan lahan kering, tidak terdapat lahan gambut yang terbakar. Karena sebagian besar hutan dan lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan milik masyarakat.


Baca juga: Karhutla di Jambi capai 174 hektare
Baca juga: Kualitas udara di Jambi masih kategori baik
 

Pewarta: Muhammad Hanapi
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Titik panas di Riau meningkat 3 hari terakhir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar