Menkeu: Peluang investasi di Indonesia kian besar

Menkeu: Peluang investasi di Indonesia kian besar

Ilustrasi - Menter Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi (kiri) dan Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto (kanan) saat mengunjungi pameran otomotif di GIIAS 2019 di BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (24/07/2019). Di hadapan para pelaku bisnis otomotif Menkeu menjelaskan bahwa dalam minggu ini akan ditandatangani Perpres Mobil Listrik, untuk percepataan program kendaraan bermotor listrik untuk transportasi serta Peraturan Pemerintah menyangkut bahan dari pajak yang bersangkutan dengan klasifikasi emisi dari otomotifnya. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama.

Kita lihat kebutuhan ke depan masih akan terus berlanjut, maka space untuk munculnya swasta maupun BUMN juga akan semakin terlihat.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengatakan peluang investasi kian besar di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur untuk menunjang pembangunan nasional lima tahun ke depan.

"Ekonomi kita pasarnya semakin berkembang. Pelaku sisi partisipasi, baik dari SOE (State-Owned Enterprises atau BUMN) maupun private sector (pihak swasta) itu menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (1/8).

Dia menerangkan bahwa pemerintah berupaya menciptakan daya tarik mengenai prospek investasi Indonesia sebagai negara ekonomi berkembang melalui berbagai kebijakan yang dirumuskan oleh para menteri bidang ekonomi.

Sejauh ini, investasi bidang infrastruktur masih didominasi BUMN lantaran arah kebijakan pembangunan pemerintah lima tahun lalu adalah untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain.

Perusahan pelat merah itu dibutuhkan untuk menyelesaikan berbagai tugas pembangunan infrastruktur yang tidak bisa dilakukan pihak swasta.

"Oleh karena itu banyak yang waktu itu jump start dimulai dengan menugaskan kepada BUMN tersebut," ujarnya.

Dominasi itu, lanjut dia, menjadikan persaingan investasi tidak kompetitif yang membuat investasi swasta kurang bergairah.

Dalam periode kedua Presiden Jokowido, pemerintah mulai membuka peluang bagi pihak swasta untuk berinvestasi di Indonesia dengan menciptakan persaingan usaha yang lebih natural.

"Secara general kita lihat untuk bisa menarik investment climate, kita perlu menciptakan suatu lingkungan yang open dan kompetitif yang selama ini selalu ingin dilakukan oleh Bapak Presiden. Sementara untuk BUMN, Ibu Rini (Menteri BUMN) mencoba untuk memperkuat menjadi pelaku-pelaku yang sehat, sehingga bisa semakin kompetitif," ujarnya.

"Kita lihat kebutuhan ke depan masih akan terus berlanjut, maka space untuk munculnya swasta maupun BUMN juga akan semakin terlihat," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Indonesia tersebut.

Mengutip data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi semester I 2019 mencapai Rp395,6 triliun, terdiri atas realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp182,8 triliun yang naik 16,4 persen dan realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar 212,8 triliun yang naik 4,0 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Realisasi investasi itu didominasi sektor infrastruktur, seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik dan konstruksi.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar