Laporan dari Tanah Suci

Amirul Hajj tegaskan petugas pembadal haji adalah orang-orang pilihan

Amirul Hajj tegaskan petugas pembadal haji adalah orang-orang pilihan

Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin berdialog dengan petugas kesehatan di pondokan jamaah di Jarwal, Mekkah, Kamis (1/8/2019) (Hanni Sofia)

Poinnya adalah percayakan sepenuhnya kepada tim kesehatan dan kepada petugas-petugas kita yang akan membadalkan haji ketika ada jamaah haji yang kesehatannya terganggu.
Mekkah (ANTARA) - Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin menegaskan para petugas yang mendapatkan amanah khusus untuk membadalhajikan jamaah yang sakit atau berhalangan adalah orang-orang pilihan yang ahli dan profesional.

Lukman Hakim Saifuddin yang memimpin delegasi Amirul Hajj setelah meninjau pondokan jamaah di wilayah Jarwal, Kota Mekkah, mengatakan jamaah calon haji dan keluarga para jamaah calon haji Indonesia harus memahami bahwa petugas haji sejak awal merupakan sosok pilihan yang diseleksi dengan ketat.

“Mereka kita dipilih dengan seleksi yang sangat ketat. Mereka adalah orang-orang yang sangat profesional, orang-orang yang ahli yang lalu bisa menentukan apakah seorang jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu dia bisa melaksanakan sendiri hajinya atau terpaksa harus dibadalkan,” kata Lukman Hakim yang juga Menteri Agama (Menag) itu di Mekkah, Kamis.

Ia mengatakan, ada ukuran standar yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah atau kesehatan secara medis terkait ketentuan jamaah perlu dibadalhajikan atau tidak.

Oleh karena itu, Lukman menegaskan, kalau ada jamaah calon haji yang dibadalkan karena alasan kesehatan ia meminta jamaah untuk yakin bahwa yang membadalkan itu adalah orang yang terpilih.

“Karena ada syarat-syarat tertentu misalnya dia harus sudah pernah berhaji, dia juga harus punya kemampuan untuk mengendalikan diri karena berhaji itu adalah sesuatu ibadah yang memerlukan persyaratan tersendiri,” katanya.

Dalam waktu terakhir banyak jamaah dan keluarganya yang belum percaya sepenuhnya terhadap pembadal haji.

Menag menekankan pentingnya jamaah untuk percaya kepada pembadal haji yang merupakan para petugas haji pilihan.

“Poinnya adalah percayakan sepenuhnya kepada tim kesehatan dan kepada petugas-petugas kita yang akan membadalkan haji ketika ada jamaah haji yang kesehatannya terganggu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menag meninjau pondokan jamaah dan fasilitas di dalamnya setelah itu bersama rombongan menuju Masjidil Haram untuk kemudian menunaikan salat Magrib.
Baca juga: Laporan dari Mekkah - PPIH: waspada pilih pembadal haji
Baca juga: Kemenag perketat pengawasan badal haji
Baca juga: Jumlah jamaah yang badal haji diharapkan berkurang

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Akhir 2019, akumulasi dana haji mencapai 122 T

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar