Pusat Bahasa dan Iptek Pontianak dikunjungi 4.400 pelajar per bulan

Pusat Bahasa dan Iptek Pontianak dikunjungi 4.400 pelajar per bulan

Alquran Bahasa Dayak Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Luqman Abdul Jabbar memperlihatkan Al Quran Bahasa Dayak Kanayatn, di Pontianak, Kalbar, Kamis (3/4). Al Quran yang telah diterjemahkan ke Bahasa Dayak Kanayatn oleh Tim P3M IAIN Pontianak bersama Puslitbang Lektur dan Khazanah Kementerian Agama tersebut, bertujuan untuk melestarikan kekayaan Bahasa Dayak serta membantu memudahkan pemahaman awal bagi masyarakat etnis Dayak tentang Al Quran. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Dalam jangka satu bulan sekitar 4.400 pelajar mengunjungi tempat ini. Selain itu, di Pusat Iptek dan Bahasa juga diikuti sekitar 400 orang untuk kursus bahasa
Pontianak (ANTARA) - Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan, Teknologi (Iptek) dan Bahasa Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Teguh Sapto Prijadi mengatakan, dalam satu bulan pihaknya menerima 4.400 pengunjung pelajar dan diharapkan dapat terus bertambah ke depannya.

"Dalam jangka satu bulan sekitar 4.400 pelajar mengunjungi tempat ini. Selain itu, di Pusat Iptek dan Bahasa juga diikuti sekitar 400 orang untuk kursus bahasa," katanya di Pontianak, Jumat.

Dia menjelaskan, untuk memaksimalkan pembelajaran bahasa pihaknya menyediakan instruktur bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin dari Dinas Pendidikan. Bahkan, saat ini untuk bahasa Korea didatangkan langsung tutor dari Korea Selatan.

"Pusat Iptek dan Bahasa ini buka dari hari Senin sampai Jumat dan dibuka untuk umum, baik bagi pelajar dan masyarakat di Kota Pontianak," katanya.

Untuk Pusat Iptek dan Bahasa itu memiliki sekitar 36 alat peraga yang mengedukasi untuk pelajar dan masyarakat. Tidak hanya alat peraga, di sana juga terdapat sejarah dari alat tersebut yang di letakkan di dinding ruangan itu.

"Selasa (30/7) baru saja diadakan lomba karya desain yunior tingkat SD serta pada akhir bulan Agustus ini akan diadakan lomba roket air untuk pelajar," katanya.

Ia menjelaskan, Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak didirikan sebagai sarana untuk mengembangkan minat masyarakat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya membaca dalam suasana yang menyenangkan.

Pusat Iptek dan Bahasa dilengkapi dengan Pusat Peragaan Iptek yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat melihat dan mempelajari rahasia alam serta kemajuan teknologi yang diperagakan melaui alat-alat peraga Iptek.

Melalui alat peraga, pengunjung diberikan kesempatan untuk merasakan secara langsung fenomena dan khasanah Iptek secara mandiri maupun berkelompok sehingga dapat menjadi inspirasi untuk menumbukan daya kreativitas dan inovasi.

Pusat Iptek dan Bahasa juga dilengkapi dengan laboratorium bahasa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing masayarakat Kota Pontianak. Kemampuan berbahasa asing akan sangat penting untuk meningkatkan daya saing SDM Kota Pontianak dalam menghadapi persaingan mendapatkan pekerjaan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selain Pusat Peragaan Iptek dan Laboratorium Bahasa, Pusat Iptek dan Bahasa juga dilengkapi dengan Taman Bacaan Digital. Pengunjung dapat mengakses buku-buku dalam bentuk elektronik menggunakan komputer yang tersedia.

Dengan adanya UPT Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak, diharapkan agar masyarakat Kota Pontianak mampu mengembangkan kemampuan literasi sains yang dimilikinya.

"Literasi sains diartikan sebagai kemampuan masyarakat untuk dapat menerapkan ilmu sains dalam kehidupannya sehari-hari sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan kehidupannya dan bersaing pada era globalisasi," demikian Teguh Sapto Prijadi.

Baca juga: Pusat Unggulan Iptek perlebar pasar internasional di 2019

Baca juga: Pusat Bahasa Segera Luncurkan Istilah Komputer Bahasa Indonesia

Baca juga: Kantor Bahasa Maluku usul 4.000 kosakata Maluku masuk KBBI

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar