Asap karhutla meliputi tiga daerah di Riau

Asap karhutla meliputi tiga daerah di Riau

Foto udara Kota Pekanbaru, Riau, yang diliputi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada Kamis (1/8/2019).ANTARA FOTO/Fajar Kurniawan/FBA

Secara umum Riau dalam kondisi kering, sampai hari ini 22 hari hari tanpa hujan
Pekanbaru (ANTARA) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan meliputi wilayah Kabupaten Pelalawan, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru di Provinsi Riau menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru.

Selimut kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menurunkan kualitas udara dan memperpendek jarak pandang di ketiga daerah itu.

"Kota Pekanbaru jarak pandang pagi ini pukul 09.00 WIB terpantau empat kilometer. Di Pelalawan jarak pandang juga empat kilometer. Ini karena masih ada asap," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sukisno kepada ANTARA di Pekanbaru pada Jumat.

Sementara jarak pandang di Kota Dumai masih dalam kisaran lima kilometer menurut BMKG Stasiun Pekanbaru.

Kebakaran hutan dan lahan masih melanda sebagian wilayah Riau. Sukisno mengatakan curah hujan yang sangat rendah membuat Riau sangat rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan.

"Secara umum Riau dalam kondisi kering, sampai hari ini 22 hari hari tanpa hujan," katanya.

Pantauan satelit pada pukul 06.00 WIB menunjukkan adanya 54 titik panas indikasi awal karhutla di wilayah Provinsi Riau. Titik panas paling banyak ada di wilayah Kabupaten Pelalawan, yang punya 23 titik panas. Titik panas lainnya ada di Bengkalis (dua), Kuansing (satu), Kota Dumai (dua), Kabupaten Kepulauan Meranti (satu), Rokan Hilir (sembilan), Siak (empat), Indragiri Hilir (tujuh), dan Indragiri Hulu (lima).

Dari seluruh titik panas yang ada di Riau, 32 di antaranya merupakan titik api. Pelalawan merupakan daerah yang memiliki titik api paling banyak (15) disusul Kabupaten Bengkalis (satu), Rokan Hilir (tujuh), Indragiri Hilir (empat), Kepulauan Meranti (satu), Siak (satu), Indragiri Hilir (empat), dan Indragiri Hulu (tiga).

"Arah angin dari selatan dan di ekuator dibelokkan ke kanan. Itu yang bisa mengakibatkan saat terjadi asap, semoga ini tidak terjadi, itu bisa membawa asap sampai ke Malaysia dan Singapura," kata Sukisno.

Baca juga:
Dinas Kesehatan Riau bagikan 16.000 masker antisipasi dampak asap
Jarak pandang di Pelalawan Riau 800 meter akibat asap Karhutla


Pewarta: FB Anggoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Status darurat pencemaran udara di Riau resmi dicabut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar