Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terus berupaya untuk memperjelas status Politeknik Olahraga Indonesia yang berlokasi di Kawasan Olahraga Jakabaring Palembang

"Kami terus mengupayakan kejelasan status Politeknik Olahraga Indonesia (POI), bahkan siap mengambilalih pengelolaannya," kata Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Jumat.

Berdasarkan Peraturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PANRB), POI semula secara kelembagaan berada di bawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Namun, sementara ini berada di bawah Kemenristek Dikti dan secara otomatis POI menginduk ke Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.

Oleh karena itu, kata Herman, pihaknya siap mengawal dan memperjuangkan status POI tersebut. Pemprov Sumsel akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat masalah POI yang berada di Palembang tersebut.

Memang, lanjut dia, kendala dan permasalahan ini harus berkoordinasi dengan pusat. Pemprov Sumsel harus menunggu terlebih dahulu.

Sementara itu, Menpora Imam Nachrawi dalam kunjungan ke Jakabaring belum lama ini mengatakan Kemenpora juga bersedia mengelola POI secara kelembagaan, namun hal ini masih harus dibicarakan lebih lanjut bersama Kemenristek Dikti. "Kami minta kepada para mahasiswa POI untuk bersabar," kata Menpora.

Sebelumnya, keberadaan Politeknik Olahraga Indonesia (POI) berawal dari MoU antara Pemprov Sumsel bersama Kemenpora RI pada 15 Juni 2017. Dalam hal ini Pemprov Sumsel menyediakan lahan, Kemenpora mempersiapkan perizinan dan operasionalnya.

Selanjutnya, dari hasil review yang dilakukan, Pemprov menyediakan lahan seluas 17,61 hektare menjadi 10 hektare. Lahan selebihnya dikembalikan kepada Pemprov Sumsel. Namun, jika pada perkembangannya POI membutuhkan tambahan lahan, Pemprov siap menambah hibah lahan bagi POI

Pewarta: Ujang Idrus
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2019