Pangsa pasar kecil, BI serukan perluas jangkauan perbankan syariah

Pangsa pasar kecil, BI serukan perluas jangkauan perbankan syariah

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dodi Budi Waluyo (kanan) mengunjungi salah satu stan binaan Bank Indonesia pada Pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (2/8/2019). FESyar regional Sumatera yang diikuti sejumlah perbankan syariah, belasan perwakilan BI di Sumatera, dan UKM binaan bank maupun BUMN yang diselenggarakan dari tanggal 2-4 Agustus 2019 ini merupakan kegiatan road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di dunia. (ANTARA FOTO/Feny Selly/hp).

...sedapat mungkin perbankan syariah ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia
Palembang (ANTARA) - Bank Indonesia menilai pasar perbankan syariah perlu diperluas karena Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, hanya meraup pangsa pasar syariah sebesar 9,08 persen per Februari 2019.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam konferensi pers penyelenggara Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera 2019 di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, mengatakan BI sudah memberikan sejumlah strategi untuk memperluas pasar perbankan syariah ini, salah satunya menyambungkan ke lembaga nonprofit seperti lembaga infak, sedekah, zakat dan wakaf.

“Ini sangat besar sebagai sumber keuangan, yang seharusnya digarap oleh perbankan syariah,” kata dia.

Selain itu, BI juga menilai harus ada upaya masif untuk memajukan ekonomi syariah dengan menjadikan perbankannya sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Tekad ini harus dimiliki oleh para pemangku kepentingan perbankan syariah karena Indonesia yang memiliki kebutuhan terhadap barang dan jasa syariah yang sangat tinggi dan telah menjadi pasar potensial negara-negara lain.

Jika negeri ini memiliki kemajuan di bidang ekonomi syariah, maka akan berdampak juga penurunan impor barang dan jasa, yang selama ini telah menggerus devisa negara.

“Supaya ini berhasil, maka sedapat mungkin perbankan syariah ini menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia,” kata dia.

Untuk itu, para pelaku harus membangun keuangan syariah (finansial syariah) seperti menyambungkan bisnis antara pelaku UMKM ke perbankan syariah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XI Achmad Hafisz Tohir mengatakan legislatif menunggu terobosan dari pemerintah untuk memajukan ekonomi syariah karena sangat ini pangsa pasarnya sangat rendah.

“Di legislatif, terkait kewirausahaan ada pembahasan khusus, bahkan kami membuat pansus. Tentunya kami akan memberikan dukungan penuh untuk pengembangan ekonomi syariah melalui penguatan regulasi,” kata dia.

Menurutnya, pemerintah patut berkaca pada kejadian yang menimpa finansial teknologi (fintech), di mana  terjadi sejumlah persoalan setelah banyak masyarakat memanfaatkannya.

“Kami akan kawal terus dari sisi undang-undang dan peraturan kementerian. Ke perbankan juga kami berpesan, jangan lupa kembangkan sektor syariah,” kata dia.

Sebanyak 14 perbankan, 13 kantor perwakilan Bank Indonesia se-Sumatera, 14 lembaga pendukung (seperti UIN Raden Fatah, Baznas, dan Rumah Zakat), dan 39 pelaku UMKM mengikuti Festival Ekonomi Syariah(Fesyar) Regional Sumatera 2019 di Palembang, 1-3 Agustus yang menjadi rangkaian menuju Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2019 pada November mendatang. Selain di Palembang, Fesyar juga diselenggarakan di dua kota lainnya yakni Banjarmasin dan Surabaya.

Baca juga: Perry Warjiyo minta kepala perwakilan BI blusukan, ini alasannya
 

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sharia Economic Festival, cara BI dorong ekonomi syariah

Komentar