counter

Kemristekdikti lakukan moratorium prodi ilmu keperawatan

Kemristekdikti lakukan moratorium prodi ilmu keperawatan

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (ANTARA /Martha Herlinawati Simanjuntak)

karena membludaknya jumlah program studi di bidang itu
Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pihaknya sedang melakukan moratorium pembukaan program studi   ilmu keperawatan dan ilmu pendidikan.

Menurut Nasir dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat, pihaknya  mengizinkan pembukaan prodi ilmu keperawatan hanya di daerah-daerah tertentu saja dengan alasan  jumlah perguruan tinggi yang  membuka prodi tersebut sudah banyak.

"Kedua bidang pendidikan guru. Sudah banyak. Moratorium katakan bimbingan konseling, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa atau bahasa daerah, antropologi," kata dia.

Moratorium itu dilakukan karena membludaknya jumlah program studi di bidang itu sehingga perlu penyederhanaan prodi, tambahnya lagi.

Selain itu, Nasir mengemukakan sebanyak 76 perguruan tinggi swasta ditutup atau dicabut izinnya pada 2019. Sementara, total 130 perguruan tinggi swasta ditutup pada periode 2015-2019.

Penutupan program studi atau perguruan tinggi dikarenakan sejumlah faktor di antaranya jumlah mahasiswa yang tidak ada sehingga dikhawatirkan akan terjadi jual beli ijazah, masalah kelembagaan dan permintaan perguruan tinggi untuk ditutup.

"Perguruan tinggi yang tidak melakukan proses pembelajaran yang baik segera kita tutup," ujar Nasir.

Hingga saat ini, ada 4.700 perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian, ada 95 perguruan tinggi yang terakreditasi A dan 877 perguruan tinggi terakreditasi B.

 
Baca juga: Nasir: pengurusan perizinan pembukaan prodi hanya 15 hari
Baca juga: PTN pertimbangkan nilai UTBK sesuai pilihan prodi
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

RI – Inggris siapkan Rp37 miliar untuk riset penyakit menular

Komentar