counter

Pembicaraan mengenai komite undang-undang dasar Suriah berlanjut

Pembicaraan mengenai komite undang-undang dasar Suriah berlanjut

Pertemuan ke-13 penjamin mengenai Suriah, melibatkan wakil dari negara penjamin --Rusia, Iran dan Turki-- diselenggarakan di Nur Sultan, Kazakhstan pada 1-2 Aguatus 2019. (Aliia Raimbekova - Anadolu Agency - CA) (Anadolu Agency)

Ankara (ANTARA) - Semua pihak dalam babak ke-13 pembicaraan perdamaian Suriah yang diselenggarakan di Kazakhstan menyampaikan rasa puas dengan kemajuan ke arah pembentukan komite undang-undang dasar di Suriah, kata Kementerian Luar Negeri Turki pada Jumat.

"Babak ke-13 pertemuan tingkat-tinggi mengenai Suriah diselenggarakan pada 1-2 Agustus 2019 di Nur Sultan. Perkembangan di lapangan, terutama di daerah penurunan ketegangan Idlib dan upaya untuk menemukan penyelesaian politik bagi konflik tersebut dibahas dalam pertemuan itu," kata kementerian tersebut di dalam satu pernyataan.

"Di dalam pertemuan itu, semua pihak menyampaikan rasa puas mengenai kemajuan ke arah pembentukan Komite Konstitusional. Mereka kembali menyampaikan komitmen mereka untuk menuntaskan pembentukan Komite tersebut segera dan mengadakan pertemuan Komite itu di Jenewa," katanya.

Kementerian tersebut menyoroti dukungan Turki buat upaya yang berlangsung melalui koordinasi erat dengan oposisi Suriah dan PBB, demikian laporan Kantor Berita Turki, Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Kementerian itu juga mengatakan semua pihak kembali menyampaikan "komitmen mereka buat Memorandum Sochi 17 September 2018 untuk memelihara status daerah penurunan ketegangan Idlib dan menstabilkan wilayah tersebut.

Semua pihak mencela meningkatnya korban jiwa sipil akibat serangan dan sepakat untuk melakukan langkah nyata untuk mengamankan personel militer di daerah tersebut, kata kementerian itu.

Semua pihak menegaskan keberatan mereka terhadap semua upaya untuk menciptakan kenyataan baru di lapangan dengan dalih memerangi terorisme, termasuk gagas tidak sah kekuasaan sendiri, tambah kementerian tersebut.

Kementerian itu menegaskan "Kelompok Kerja mengenai Pembebasan Tahanan /Orang yang Diculik, Penyerahan Mayat dan Pengidentifikasian Orang" bertemu di sisi pertemuan tersebut.

Turki menekankan harapannya untuk menghormati peraturan Kelompok Kerja mengenai prosedur bagi operasi timbal-balik masa depan dan pembebasan serentak orang yang ditahan oleh kelompok oposisi dan pemerintah.

Keikut-sertaan negara tetangga Suriah --Iran dan Lebanon-- untuk pertama kali dalam pertemuan tingkat-tinggi mengenai Suriah sebagai pengamat disambut oleh semua pihak.

Sumber: Anadolu Agency
Baca juga: Utusan PBB: Suriah tak akui peran PBB dalam pembentukan komite konstitusionalBaca juga: Utusan PBB: Suriah tak akui peran PBB dalam pembentukan komite konstitusional
​​​​​​​Baca juga: Turki ancam luncurkan operasi di Suriah jika zona aman tak dibentuk
Baca juga: Rusia, Turki jadi mediator gencatan senjata di Idlib Suriah

Penerjemah: Chaidar Abdullah
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar