Kejurnas Atletik 2019

Mochammad Bisma Diwa Abina tidak malu belajar ke juniornya, Zohri

Mochammad Bisma Diwa Abina tidak malu belajar ke juniornya, Zohri

Mochamad Bisma Diwa Abina (kedua kiri) saat mengikuti nomor lari 100 meter final putra Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U-20 dan Senior 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/8/2019). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta (ANTARA) -
Mochamad Bisma Diwa Abina mengaku tidak pernah malu belajar pada juniornya yaitu atlet asal Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Zohri yang merupakan sprinter tercepat di Asia Tenggara dan sudah lolos limit Olimpiade Tokyo 2020 dengan waktu 10,05 detik pada nomor 100 meter.

"Saya tidak pernah malu, selama itu baik," ujar sprinter asal Jawa Timur itu di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Menurut Bisma, Zohri yang lebih muda empat tahun darinya mempunyai pola hidup dalam berlari bagus, mulai dari teknik berlari, disiplin latihan, pola makan, hingga jadwal istirahat, yang sejak delapan bulan bersama di pelatnas PB PASI. Selain itu Zohri memang mempunyai bakat alami dan teknik berlarinya bagus.

"Start nya powerfull, titik maksimal tegak masih ada terus, bahkan sampai finis tekniknya main terus, hingga angkat paha nya," kata Bisma.

Dia mengaku kebiasaannya menjelang 20 meter finis paha sudah turun, untuk segera masuk finis yang membuat badan tidak kontrol. Dan yang membuat sebenarnya mengurangi kecepatan lari.

"Ketika di Century (wisma atlet) saya melihat Zohri pukul 22.00 WIB sudah tidur, kalau saya masih bermain gitar hingga mendengarkan musik melalui headset," kata Bisma menambahkan.

Pada Kejurnas Atletik 2019 ini, Bisma turun di nomor 100 meter, 200 meter hingga 4x100 meter senior putra. Pada 100 meter, Bisma mencatatkan waktu 10,581 detik yang akhirnya menyumbangkan medali perak bagi Jawa Timur dan di nomor 200 meter babak semi final, Bisma mencatatkan waktu 21.38 detik yang membuat ada di urutan pertama pada Sabtu kemarin.

Sebelum lomba, Bisma mengaku dikirim pesan singkat oleh pelatih (Eni Nuraeni), untuk melakukan lari tidak membebani diri sendiri. "Lari gembira saja, kata Ibu melalui pesan singkatnya," ujar Bisma.

Bisma mengatakan, sebelum mengenal Zohri dan masuk pelatnas, catatan waktu terbaik Bisma di 100 meter adalah 10,70 detik ketika ikut Kejurnas Atletik 2018, dan di 200 meter adalah 21,57 detik ketika ikut Kejurnas Atletik 2017.

Baca juga: Zohri pecahkan Rekornas lari 200m

Sebelumnya pada hari ketiga Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U-20 dan Senior 2019 pada Sabtu (3/8/2019) kemarin, Zohri memecahkan rekor nasional (Rekornas) lari jarak pendek 200 meter U-20 setelah 10 tahun lamanya dipegang oleh Franklin Burumi.

Zohri berhasil mencatatkan waktu 21,14 detik dan merupakan rekor baru yang sebelumnya dipegang oleh Franklin Burumi dengan catatan waktu 21,27 detik.

Baca juga: Sulastri sumbang medali emas lempar cakram untuk Jawa Timur

Baca juga: Zohri jadi motivasi Iswandi untuk kembali tunjukan kapasitas


Pewarta: Mochammad Risyal Hidayat
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Penonton dukung atletik, tim Zohri perbaiki Rekornas

Komentar