Dansatgas Karhutla: lahan terbakar di Jambi capai 248 hektare

Dansatgas Karhutla: lahan terbakar di Jambi capai 248 hektare

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muarojambi melakukan pendinginan di bekas lokasi lahan gambut yang terbakar, Kumpeh Ulu, Muarojambi, Jambi, Sabtu (3/8/2019).ANTARA FOTO/Usman Muhammad/ws/hp. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

saat ini sudah padam hanya tinggal pendinginan
Jambi (ANTARA) - Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla yang juga Danrem 042 Garuda Putih (Gapu) Kolonel Arh Elphis Rudy, menyatakan luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga Agustus 2019 di Provinsi Jambi sudah mencapai 248 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi terus meluas sampai saat ini dan daerah yang terparah terjadi karhutla adalah Kabupaten Muarojambi dimana pada Minggu (4/8) ada seluas 36 hektare lahan gambut disana yang terbakar, kata Kolonel Arh Elphis Rudy, di Jambi Senin.

"Saya kemarin bersama anggota telah langsung terjun menuju lokasi di Desa Arang Arang Kabupaten Muarojambi dan melakukan pemadaman api di lokasi kebakaran lahan dan hutan dan hasil penyelidikan sementara ini disebutkan bahwa kebakaran tersebut ada unsur kesengajaan," kata Elphi Rudy.

Kebakaran disana Desa Arang Arang jika dilihat di lapangan memang ada unsur kesengajaan dalam membakar lahan dan saat ini masih diselidiki oleh tim.

Elphis juga menegaskan di lokasi di Desa Arang Arang merupakan lokasi terluas yang terjadi karhutla yang mencapai 36 hektare dan  masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dan gunakan cara lain yang bisa dilakukan tanpa merusak alam dan membuat polusi udara.

Menurutnya, pemadaman di Desa Arang Arang tersebut dilakukan melalui dua mekanisme yakni melalui jalur darat dengan menggunakan pipa pengambilan air melalui tempat yang sudah dibuat dan menggunakan helikopter.

"Melalui darat dan udara Saat ini sudah padam hanya tinggal pendinginan," kata Dansatgas Karhutla Jambi, Kolonel Arh Elphis Rudy.




 

Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar