Kupang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur memprediksi kerugian akibat terbakarnya ruang biro logistik instansi tersebut mencapai Rp10 miliar.

"Kami perkirakan kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp10 miliar lebih," kata Karo Logistik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kombes Polisi Yadi Priyadi kepada wartawan di Kupang, Senin sore.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan terbakarnya gedung biro logistik yang juga merupakan ruang kerjanya.

Ia mengatakan bahwa di ruangan itu berisi perlengkapan komputer dan berkas-berkas pengadaan logistik bagi Polda NTT.

Ruang logistik itu terdapat ruangan yang berisi senjata-senjata serta kendaraan bermotor roda dua.

"Ruang senjata tidak terbakar. Semua sepeda motor milik anggota berhasil diselamatkan," ujar dia.

Baca juga: Polisi belum tahu penyebab terbakarnya gedung logistik Polda NTT
Baca juga: Polda NTT tangkap empat tersangka kasus perdagangan orang
Baca juga: Gangguan kamtibmas di NTT turun 27,68 persen


Terkait dengan penyebab kebakaran itu, kata dia, belum diketahui. Untuk selanjutnya akan dilakukan penyelidikan.

Api pertama kali menyala pada pukul 16.30 Wita. Petugas berusaha memadamkan api, namun karena angin yang kencang mengakibatkan gedung tersebut cepat sekali dilahap api.

Semua personel baik Kepolisian, pemadam dan BNPB turut memadamkan api tersebut agar tidak menjalan ke gedung yang lainnya. Hingga pukul 17.30 Wita api berhasil dipadamkan.
 

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019