counter

Pelindo III sikapi wacana pemindahan ibu kota negara ke Kalteng

Pelindo III sikapi wacana pemindahan ibu kota negara ke Kalteng

Direktur Teknik PT Pelindo III Joko Noerhuda, Asisten I Setdakab Kotim Nur Aswan dan pejabat lainnya meninjau perpanjangan dermaga multipurpose Pelabuhan Bagendang yang baru diresmikan, Senin (5/8/2019). (FOTO ANTARA/Norjani)

Sampit (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia III ternyata turut memantau dan menyikapi wacana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Kalimantan Tengah yakni dengan terus meningkatkan pelayanan pelabuhan mereka yang ada di provinsi ini.

"Mudah-mudahan rencana pemerintah ibu kota bisa di Kalimantan Tengah sehingga semakin penting peran pelabuhan yang dikelola Pelindo III, baik Pelabuhan Bagendang maupun Bumi Harjo," kata Direktur Teknik PT Pelindo III Joko Noerhuda di Sampit, Senin.

Joko Noerhuda datang ke Sampit untuk meresmikan perpanjangan dermaga multipurpose Pelabuhan Bagendang sepanjang 200 meter dan dermaga Pelabuhan Bumi Harjo Kumai sepanjang 130 meter. Peresmian dipusatkan di Pelabuhan Bagendang.

Wacana pemindahan ibu kota cukup menarik bagi Pelindo III karena menyangkut kelangsungan usaha jangka panjang. Jika Presiden Joko Widodo nantinya mengumumkan ibu kota negara pindah ke Kalimantan Tengah, maka aktivitas perekonomian di provinsi ini diperkirakan akan melonjak tajam.

Pelabuhan sebagai pintu masuk barang dan jasa dipastikan juga akan terkena imbas positif. Untuk itulah PT Pelindo III harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas pelabuhan-pelabuhan yang mereka kelola di provinsi ini meski belum ada kepastian provinsi ini yang akan dipilih menjadi ibu kota negara.

Joko Noerhuda mengaku sudah membaca berita dari media massa yang santer menyebutkan Kalimantan Tengah menjadi salah satu kandidat kuat calon ibu kota negara. Dia merespons positif kemungkinan itu dan mendukung jika itu terwujud.

Wacana pemindahan ibu kota itu kini juga menjadi perhatian serius Pelindo III. Hal itu tentu juga berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan jangka panjang terhadap pelabuhan-pelabuhan di Kalimantan Tengah.

"Terkait rencana tersebut Pelindo III ingin selangkah lebih maju mempersiapkan daerah supaya siap sebagai ibu kota dalam hal kebutuhan pelabuhan untuk kepentingan yang lebih besar. Jadi kami ingin hadir di sana untuk membantu pemerintah provinsi dan kabupaten untuk mempersiapkan diri terkait wacana tersebut," kata Joko Noerhuda.

Jika Kalimantan Tengah dipilih menjadi ibu kota negara, pelabuhan akan makin sangat dibutuhkan. Pelabuhan akan menjadi akses utama bagi daerah hinterland atau daerah pemasok dan pemenuhan kebutuhan bahan makanan pokok serta tempat produksi komoditi ekspor ke daerah-daerah di Kalimantan Tengah nantinya.

Sesuai dengan komitmen BUMN Hadir untuk negeri, Joko Noerhuda menegaskan bahwa Pelindo III siap mendukung jika nantinya Kalimantan Tengah yang dipilih menjadi lokasi pemindahan ibu kota negara. Seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo III juga akan dioptimalkan untuk mendukung program tersebut.


Baca juga: Terminal penumpang Pelabuhan Sampit dibangun semegah bandara
Baca juga: Dongkrak jumlah penumpang , Pelindo III standardisasi layanan

Pewarta: Kasriadi/Norjani
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemindahan ibu kota Jabar harus berdasar kajian komprehensif

Komentar