Semarang (ANTARA) - Polda Jawa Tengah memastikan padamnya listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (4/8) akibat gangguan transmisi 500 KKV pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi yang me​​​​​lintas dari Ungaran, Kabupaten Semarang menuju ke barat, bukan disebabkan sabotase atau terorisme.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Agus Triatmaja di Semarang, Senin, mengatakan, hal tersebut didasarkan atas pengumpulan informasi yang dilakukan gabungan tim Polda dan Polrestabes Semarang.

Menurut dia, polisi telah meminta keterangan petugas PT PLN UPT Ungaran.

Dari pengumpulan data tersebut, kata dia, diketahui gangguan yang terjadi akibat loncatan listrik di jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang melintas di Desa Malon, Gunungpati, Kota Semarang.

"Diduga terjadi loncatan listrik akibat keberadaan pohon yang tingginya melebih batas yang ditentukan, yakni 8,5 meter," katanya.

Loncatan listrik itu, kata dia, disertai dengan ledakan akibat jaringan transmisi 500 KV.

Dengan demikian, kata dia, kesimpulan atas pengumpulan data penyebab padamnya listrik di sejumlah daerah termasuk Jakarta dan sekiranya bukan akibat sabotase.

Baca juga: Presiden diminta bentuk komisi pemberian ganti rugi pemadaman listrik
Baca juga: Menkominfo: Hanya 25 persen BTS beroperasi saat listrik PLN padam
Baca juga: Komnas HAM: terdapat masalah tata kelola di PLN padamnya listrik


SUTET yang melintang di kawasan Desa Malon, Gunungpati, Kota Semarang, dilaporkan meledak pada Minggu (4/8) siang sesaat sebelum wilayah Jakarta dan sekitarnya mengalami padam listrik.

Garis polisi tampak terpasang di dua titik yang diduga berada di bawah lintasan kabel SUTET di Jalan Malon, Gunungpati itu.

Warga di sekitar lokasi kejadian membenarkan ledakan yang terjadi pada hari Minggu sekitar pukul 11.30 WIB.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2019