Info Haji

Turun 56 persen calhaj Jateng yang dirujuk ke RS

Turun 56 persen calhaj Jateng yang dirujuk ke RS

Sejumlah jamaah calon haji kelompok terbang terakhir (97) Embarkasi Surakarta sebelum diberangkatkan berhaji ke Tanah suci, di asrama haji Donohudan Boyolali, Senin (5/8). (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, jamaah yang sakit dirujuk ke RS sebanyak 55 orang saja, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 125 orang atau turun 70 orang
Boyolali (ANTARA) - Jamaah calon haji (calhaj) asal Embarkasi Surakarta, Jawa Tengah yang dirujuk ke rumah sakit (RS) pada penyelenggaraan ibadah haji 2019 mengalami penurunkan sekitar 56 persen, kata pejabat berwenang.

"Calhaj yang sakit dirujuk ke RS tahun ini, dari hasil evaluasi menurun sekitar 56 persen dibanding penyelenggaraan haji tahun sebelumnya yang mencapai 125 orang," kata Kepala Sub Bagian Penerangan, Humas, dan Protokol Embarkasi Surakarta, Agus Widagdo di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa.

"Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, jamaah yang sakit dirujuk ke RS sebanyak 55 orang saja, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 125 orang atau turun 70 orang," tambahnya.

Menurut dia, hal tersebut karena pemantauan kesehatan calhaj penetapan "istithaah" lebih ketat dari tim kesehatan tingkat daerah, sehingga jamaah yang datang ke asrama dalam kondisi fit untuk diberangkatkan berhaji.

"Istithaah itu, kemampuan jamaah calhaj secara jasmaniah, rohaniah, pembekalan, dan keamanan untuk menunaikan ibadah berjalan baik," katanya.

Kendati demikian, pihaknya berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun depan semoga calhaj dirujuk bisa menurun lagi atau tidak perlu ada yang dirujuk lagi, sehingga jamaah datang ke asrama langsung bisa diberangkatkan untuk berhaji.

Menyinggung soal jamaah calhaj berisiko tinggi (risti) tahun ini, kata dia, untuk Embarkasi Surakarta Jawa Tengah yang masuk risti karena dipengaruhi faktor usia dan riwayat penyakit mencapai sekitar 75 persen dari 34.756 jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Oleh karena itu, jamaah calhaj yang menggunakan alat bantu seperti kursi roda dan tongkat ada peningkatkan yang cukup signifikan. Calhaj yang menggunakan kursi roda tahun ini, mencapai 721 jamaah, sedangkan tongkat 375 orang. Jika dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya hanya sekitar 300-san kursi roda.

Menurut dia dengan banyaknya calhaj yang menggunakan alat bantu tersebut tentunya juga harus ada pelayanan khusus, sehingga Panitia Penyelenggara Ibadah Haji dengan menambah mobil ambulance di asrama haji menjadi 5 unit.

Selain itu, tim petugas pendamping kloter tentunya juga memperlakukan pengawasan khusus terhadap kelompok jamaahnya selama berhaji karena mayoritas masuk risti.

Sebelumnya, PPIH Embarkasi Surakarta Jawa Tengah telah memberangkatkan 34.756 jamaah calon haji yang terbagi 97 kelompok terbang (kloter) ke Tanah Suci pada penyelenggaraan musim haji tahun 2019.

Menurut Agus Widagdo dengan diberangkatkan calhaj kloter terakhir atau "Sapu Jagat" atau 97 tersebut, pada Senin (5/8), pukul 14.47 WIB, maka selesailah kegiatan pemberangkatan ibadah haji di embarkasi Surakarta.

Ia menambahkan dengan diberangkatkannya calhaj kloter terakhir tersebut, sehingga jumlah total yang sudah diterbangkan berhaji seluruhnya sebanyak 34.756 orang dari rencana 34.940 orang. 


Baca juga: Seorang calhaj Jateng meninggal di pesawat menuju Madinah

Baca juga: Calon haji tertua di Kabupaten Banyumas-Jateng berusia 91 tahun

Baca juga: Kemenag minta calhaj lansia Banyumas ajukan percepatan keberangkatan


 

Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar