counter

Warga binaan lapas perempuan Malang jahit bendera merah putih

Warga binaan lapas perempuan Malang jahit bendera merah putih

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIA Malang Ika Yusanti (kiri) melihat bendera merah putih yang dijahit oleh warga binaan di Lapas Perempuan Klas IIA Malang, Jawa Timur, Selasa (6/8/1019). (Vicki Febrianto)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Klas IIA Malang menyiapkan pernak-pernik kemerdekaan dengan menjahit bendera merah putih sepanjang 120 meter.

Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Malang Ika Yusanti mengatakan bahwa ada kurang lebih sebanyak 20 warga binaan Lapas Perempuan Klas IIA Malang yang turut serta dalam pembuatan bendera tersebut.

"Mereka baru dalam tahap belajar, karya mereka kali ini adalah membuat bendera merah putih sepanjang 120 meter, untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia," kata Ika, di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Ika menjelaskan, diharapkan dengan adanya kontribusi warga binaan pada perayaan kemerdekaan Indonesia tahun 2019 ini, bisa menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan para warga binaan.

Rencananya, bendera berukuran 120 meter tersebut akan dipergunakan untuk menghias area Lapas Perempuan Klas IIA Malang sebelum 17 Agustus 2019. Bendera itu, akan dipasang mulai dari pintu depan hingga area di dalam lapas.

"Ini bukan hanya soal pembinaan kepada mereka, akan tetapi yang paling penting adalah menumbuhkan rasa nasionalisme mereka. Indonesia ini direbut dengan perjuangan," kata Ika.

Selain menjahit bendera merah putih berukuran 120 meter tersebut, Ika menambahkan, nantinya para warga binaan juga akan membuat umbul-umbul, serta menghias kantor lapas dan blok-blok dari masing-masing warga binaan.

"Jadi, 17 Agustus bukan hanya dinikmati oleh masyarakat yang ada di luar lapas, yang di dalam juga bisa menikmati, meskipun dalam keterbatasan," kata Ika.

Di Lapas Perempuan Klas IIA Malang tersebut, para warga binaan diberikan berbagai pembekalan yang salah satunya adalah menjahit. Diharapkan, kemampuan itu nantinya bisa dipergunakan warga binaan pada saat telah bebas dari lapas.

Selain menjahit, juga ada pembekalan mandiri lain seperti merajut, memasak, membuat roti, budi daya ikan lele, produksi kecap, dan lainnya.

Baca juga: Lapas Perempuan Malang gandeng BNI tingkatkan pelayanan
Baca juga: 15 narapidana kibarkan bendera di Lapas Cipinang
Baca juga: Pegawai Lapas Cipinang kenakan pakaian tradisional rayakan HUT RI


Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar